Ads Top

FOKUS KEPADA ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN KITA


Yesaya 40:27-31

Ada orang-orang yang ditaklukan oleh masalah/kesulitan hidup sehingga kemudian mereka masuk RSJ atau melakukan tindakan kriminal atau melakukan tindakan bunuh diri. Contoh:

1. Marimutu Manimaren
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRNLmL8ConGOb8xXrbbnHhfTQJmc2LaU9fwpwPY86mSVx6X2Vz_Jg
Marimutu Manimaren (adik Marimuti Sinivasan) – Bos PT Texmaco, salah satu tokoh Partai Golkar yang karena didera masalah dalam usahanya dia bunuh diri dengan cara meloncat dari lt.40 Hotel Aston Jl. Garnizun Kawasan Semanggi. Seorang rekannya yang bernama Hariman Siregar mengatakan bahwa ia terkejut mendengar kematian Manimaren. Mantan aktivis mahasiswa ini tak habis pikir Manimaren berbuat sebodoh itu karena bukan menjadi kebiasaannya untuk menyerah dengan keadaan. "Saya kenal dekat dengan dia. Dan saya tidak menyangka dia melakukan hal itu," ujar Hariman.

2. Hasan Fadli
Tgl 8 April 2013 di Kec. kotawaringin Lama, Kab. Kotaawringin lama Kalimantan Tengah  – seorang ayah (Hasan Fadli) tega membunuh istri dan tiga anaknya karena stres akibat terus didesak sang istri mencari uang sebesar Rp500 ribu. Uang itu untuk keperluan acara sunatan anak pertama mereka yang sedianya akan dilaksanakan pada Kamis 11 April.
 
3. Jung Da Bin
Aktris dan penyanyi asal Korea Selatan ini, mengakhiri hidupnya dengan tragis. Dia ditemukan bunuh diri di apartemen kekasihnya di Seoul. Jun Da Bin bunuh diri dengan cara gantung diri. Sang pacar menemukan artis ini di kamar mandi dengan handuk melilit di lehernya. Peristiwa itu terjadi pada 10 Februari 2007 silam. Namun tidak ada catatan yang ditinggalkan artis tersebut. Tetapi, menurut catatannya di blog pribadinya yang ditulis sebelum dia meninggal dunia, Jum Da Bin mengatakan dirinya sedang dilanda depresi. Dan inilah catatan terakhir Jun Da Bin: "Semuanya sangat lengkap. Saya marah tanpa alasan, dan merasa saya akan menjadi gila. Ini sangat menyakitkan. Saya merasa sakit. Kepala saya sangat sakit dan membuat saya menangis. Saya seperti budak. Saya merasa seperti kehilangan diri saya, kehilangan identitas. Dan di saat yang sama saya mendapatkan teguran. Saya merasa tenang. Tuhan sangat mencintai saya. Tuhan telah membuat saya menjadi penting dan memberikan saya keberanian. Dia mengangkat saya dan berkata saya akan baik-baik saja. Dan saya baik-baik saja."

Sumber-suber ini dikutip dari beberapa sumber di internet.

Mengapa mereka dapat ditaklukkan oleh masalah atau kesulitan hidup yang berujung pada tindakan yang sangat ekstrim (bunuh diri atau membunuh)? Karena mereka fokus pada kesulitan atau masalah atau kelemahan atau keterbatasan mereka.


Dahulu kala ada seorang konglomerat yang cinta Tuhan yang mengalami: Kebangkrutan, hartanya ludes dalam sekejap, semua anak-anaknya meninggal dalam waktu yang bersamaan, istrinya yang seharusnya menjadi penopang malah mengolok-olok dia, kesehatannya hilang – gatal dan sakit, sahabat-sahabatnya mengecam dan menuduhnya sebagai orang fasik/jahat, Harga dirinya amblas, dihina oleh masyarakat, ditinggalkan sendiri, kesepian yang amat dahsyat.

Dia adalah Ayub – ketika ia mengalami kesulitan hidup yang luar biasa seperti itu, perhatiannya tersita pada dirinya sendiri dan penderitaan yang dia alami. Dia mengeluh atas penderitaannya, bahkan di menyesali hari kelahirannya.

Tuhan kemudian harus menangani Ayub. Allah datang dan berfirman: “1 Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 2  "Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? 3  Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 4  Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! dst...dst...dst... (Ayb. 38:1-dst).

Allah menggambarkan kemahakuasaanNya atas langit dan bumi, kehebatanNya dalam menciptakan hewan-hewan, dll). Allah berusaha memindahkan perhatian atau fokus Ayub dari penderitaannya epada kemahakuasanNya atau kedahsyatanNya.

Mengapa Allah berusaha memindahkan perhatian Ayub dari dirinya sendiri/ penderitaannya/kesulitan hidup yang dialaminya kepada Allah yang Maha Kuasa? Karena itulah satu-satunya cara supaya menusia tidak ditaklukkan oleh permasalah hidup dan juga menjadi satu-satunya cara untuk dapat menjalani hidup dan menaklukkan kesulitan hidup.

Ada tiga alasan mengapa kita harus fokus kepada Allah dan menaklukkan kesulitan atau permasalahan hidup:

1.    Karena Dia adalah Allah yang kekal, tidak berubah.


Yes. 40:28a - Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung;

Manusia, lingkungan, bumi bahkan diri kita sendiri pasti berubah, suka atau tidak suka. Hanya Allah yang tidak berubah, Ia kekal adanya.

Kasih atau perhatian manusia sedalam atau sebaik apapun, tetap tidak sempurna dan terbatas tetapi kasih atau perhatian Allah kepada kita adalah abadi dan sangat sempurna.

Dan bukti kasih Allah yang paling nyata yaitu – Dia mengutus anakNya yang tunggal, menderita, dan mati di Kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dan jikalau Allah tidak menyayangkan anakNya yang tunggal melainkan memberikannya kepada kita, bagaimana mungkin Allah tida akan mengaruniakan segala sesuatu yang baik bagi kita?

Orang Israel yang sudah ada di pembuangan di Babel sekitar 40 tahun berkata kepada Tuhan: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku." Kemudian Tuhan mengutus nabi Yesaya kepada bangsa Israel dan Tuhan berfirman dengan menyebut atau memanggil nama kesayangan mereka (nenek moyang mereka): Yakub! Israel! Yakub berarti penipu. Israel berarti hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Ini menjelaskan tentang bagaiman Allah peduli kepada pribadi lepas pribadi kita dengan memperhatikan kelemahan, kesulitan yang kita alami dan kemudian Dia ubahkan kita menjadi orang yang berguna dan menjadi teman dekatNya Allah.

Yesus mengatakan bahwa Ia tidak lagi menyebut kita hamba karena hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Yesus sebut kita sahabat karena sebagai sahabat tidak ada hal yang ditutup-tutupi, semua terbuka.

Kepedulian Allah ini kepada kita, sifatnya kekal, tidak berubah oleh keadaan kita (sakit, bodoh, jelek, pintar, miskin, kaya dst).

Itu sebabnya kita harus fokus kepada Allah manakala kita menghadapai atau mengalami kesulitan atau permasalahan hidup.

2.    Karena Dia adalah sumber kekuatan yang tidak terbatas

Yes. 40:28 b - Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
Kekuatan dan pengertian manusia itu terbatas dan ini betul.

Albert Einstein seorang ilmuwan Fisika yang berkebangsaan Jerman berkata: “Pengetahuan yang dimilikinya hanya seperti sebutir pasir yang ada di tepi pantai.”

Jadi manusia dan kekuatannya tidak dapat diandalkan, hanya Tuhan saja yang dapat diandalkan, oleh karena itu tidak perlu mengandalkan atau mempercayakan hidup kepada manusia. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh nabi Yeremia dan raja Daud, Yer. 17:5-8; Maz. 118:8,9; 146:3-8

Oleh sebab itu pandanglah atau fokuslah atau nanti-nantikanlah kepada  Tuhan ketika kita menghadapi masalah atau pergumulan hidup, bukan fokus pada masalah, karena Allah adalah sumber kekuatan yang tidak terbatas


3.    Karena Dia memberi kekuatan kepada orang yang fokus akan Dia

Yes. 40:29 - ia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru. Bandingkan dengan orang-orang muda yang dalam puncak kekuatannya menjadi lemah dan lesu. Bandingkan dengan teruna-teruna yang berbicara tentang usia yang produktif manjadi habis tenaga/terkuras kekuatannya.

Bagaimana kita menanti-nantikan Allah? Berdoa, hidup dalam FT.
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan, sekalipun sudah tidak ada harapan akan seperti burung Rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, sekalipun berlari dan berjalan tidak menjadi lesu dan lelah.

Penutup:

Bagaimana dengan kita? Ketika kita menghadapai masalah atau kesulitan hidup, bagaimana cara kita mengatasinya? Apakah kita fokus pada diri sendiri, pada masalah atau fokus pada Allah yang kekal, tidak berubah, yang merupakan sumber kekuatan yang tidak terbatas, yang memberi kekuatan kepada yang menanti-nantikan Dia? Tetapi Allah mau kita fokus pada diriNya karena Dia adalah Allah yang kekal, tidak berubah, dan Dia adalah sumber kekuatan yang tidak terbatas, dan Dia memberi kekuatan kepada orang yang fokus akan Dia

Sumber:
Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang dalam Kebaktian Umum GSJA KEMULIAAN Jakarta pada hari Minggu, 01 September 2013.

1 komentar:

  1. Memang benar. Saat kita fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian maka hidup kita dibaharui dan pikiran disegarkan lalu dibebaskan dari segala hawa nafsu, kebinatangan (amarah, dendam, kekerasan, kebencian) dan kejahatan lainnya.
    salam....

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.