Ads Top

ADA WAKTUNYA KETIKA TUHAN MENINGGIKAN

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 1 Petrus 5:6

Ayat Firman Tuhan ini mengatakan bahwa Tuhanlah yang meninggikan kita, bukan manusia. Manusia hanyalah alatnya Tuhan untuk meninggikan kita. Tetapi kadang-kadang manusia coba berusaha untuk meninggikan dirinya sendiri. Akhirnya ia akan menghalalkan segala cara dan walau tercapai pada akhirnya akan menghancurkan hidupnya sendiri. Dan kalau Tuhan yang meniggikan tidak ada satu kekuatan pun yang akan menurunkan.

Kita harus merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kita ditinggikan oleh Tuhan pada waktunya. Jadi bagian kita adalah merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, dan bagiannya Tuhan yaitu akan meninggikan kita pada waktunya.

Apa artinya merendahkan diri dibawah tangan Tuhan yang kuat?


Kita akan melihat jawabannya melalui orang-orang yang ditinggikan oleh Tuhan pada waktunya setelah mereka merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.

1.    Bagi Abraham itu berarti:
-    Taat kepada Firman Tuhan walau tidak masuk akal, hal ini terjadi dua kali,

  1. Ketika Allah menyuruh dia untuk meninggalkan negeri, sanak saudara dan ibu bapanya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan oleh Allah kemudian, jadi Abraham belum tau tempat pastinya, . . . dan Abraha mentaati Firman Allah tersebut, Kej. 12:1,4. 
  2. Ketika Allah menyuruh Abraham untuk mempersembahkan Ishak, anak perjanjian, anak yg di dapatkan dari istrinya Sara di usia mereka yang sudah lanjut, dan Abraham mentaati firman Allah tersebut, Kej. 22:1-3;11-13.
-    Tetap menghargai, mengasihi dan tidak arogan terhadap orang lain. Ini dapat dilihat ketika Lot yang dibawa oleh Abraham dalam mengikuti panggilan Tuhan, pada suatu ketika semakin berhasil, karena ternaknya pun semakin banyak. Abraham tidak menjadi iri, marah – dgn berkata “aku kan yang membawa kamu, tau diri dong...” Malah Abraham berkata supaya tidak terjadi masalah, sebaiknya kita berpisah. Kalau kamu ke kiri aku ke kanan dan silahkan pilih lebih dahulu tempat yang engkau suka. Dan ketika Lot ada masalah, Abraham tetap peduli, ia tidak bersukacita ditengah-tengah permasalahan yang di hadapi oleh Lot, Kej. 13:5-11; Kej. 14:1-16

-    Tidak heran Allah meninggikan Abraham. Walau Abraham sudah meninggal, tetapi ia tetap dikenal sebagai “Bapa orang beriman.”

2.    Bagi Yusuf itu berarti:

-    Siap di proses oleh Tuhan tanpa sungut-sungut. Ketika ia bermimpi bahwa ia akan ditinggikan oleh Tuhan, saudara-saudaranya cemburu dan menjual Yusuf kepada saudagar dari Midian yang kemudian di jual  di Mesir kepada Potifar, seorang pegawai istanya Firaun, kepala pengawal istana. Kemudian ia difitnah oleh istri Potifar, ia dipenjarakan dan kemudian dilupakan oleh orang yang pernah ditolongnya, Kej. 37:5-11; 23,28; 36; 39:11-20; Kej. 40:12-15, 20,21,23.

-    Rela mengampuni dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Hal ini dapat dilihat ketika mimpi Yusuf menjadi kenyataan. Ia ditinggikan menjadi orang nomor dua di Mesir. Ada kesempatan utk membalakan kejahatan istri Potifar dan Potifar sendiri, juga kesempatan untuk membalas kejahatan yang telah diperbuat oleh saudara-saudaranya. Tetapi Yusuf tidak melakukan hal itu, Kej. 50:15-21

-    Itu sebabnya ia ditinggikan Tuhan pada waktunya dan akhir hidupnya berkhir dengan finishing well.

3.    Bagi Yosua itu berarti:

-    Dia setia sebagai abdi Musa. Ia melakukan apa yang dikatakan oleh Musa; (1) Ia melakukan apa dikatakan oleh Musa utk memimpin pasukan utk berperang melawan Amalek, Kel. 17:9-10. (2) setia mendampingi Musa, bahkan ketika Musa naik gunung Sinai untuk berbicara dengan Allah, Kel. 24:13.

-    Ia tidak  marah ketika ia ditegor oleh Musa, Bil. 11:24-30

-    Ia percaya kepada Kuasa Tuhan. Ketika ia diutus menjadi salah satu pengintai, mengintai tanah perjanjian, ia pulang dengan membawa kabar apa adanya, tetapi ia menyatakan imannya bahwa walau banyak musuh di tanah yg mereka intai itu ia yakin bahwa Tuhan akan membuat mereka menang. Sedangkan saudara-saudaranya menyebarkan kata-kata yang menakutkan, Bil. 13:31-14:10

-    Itu sebabnya ia ditinggikan Tuhan pada waktunya, ia menjadi pemimpin menggantikan Musa.

4.    Dalam konteks ini berarti melakukan tugas panggilan kita dengan baik, jangan sombong, serahakan kekuatiran kepada Allah, sadar bahwa Iblis ingin menghancurkan kita dan kita harus melawannya dengan iman yang teguh, 1 Ptr. 5:1-11

Maka pada waktunya Allah akan meninggikan kita

Kesimpulan:

Arti dari merendahkan diri dibawah tangan Tuhan yang kuat supaya nanti pada waktunya Allah akan meninggikan kita adalah:

Taat kepada Firman Tuhan walau tidak masuk akal, Tetap menghargai, mengasihi dan tidak arogan terhadap orang lain, Siap di proses oleh Tuhan tanpa sungut-sungut, Rela mengampuni dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Dia setia sebagai hamba Tuhan, Ia tidak  marah ketika ia ditegor, Melakukan tugas panggilan kita dengan baik dan tidak sombong, Menyerahkan kekuatiran kepada Allah, Tetap sadar bahwa Iblis ingin menghancurkan kita dan kita harus melawannya dengan iman yang teguh


Sumber:
Khotbah Gembala Sidang GSJA KEMULIAAN dalam Kebaktian Umum Malam pada hari Minggu, 18 Agustus 2013.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.