Ads Top

KENAIKAN TUHAN YESUS

Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang, M.Th dalam Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus di Gsja Kemuliaan, pada Kamis, May 9, 2013.

Teks: KIS 1:6-11

Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus merupakan peristiwa yang tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa lainnya, seperti kelahiran, penderitaan dan kematian di kayu salib serta penguburanNya, kebangkitanNya dari antara orang mati, kenaikanNya, dan kedatanganNya pada kali yang kedua.

Dari semua peristiwa tersebut, hanya satu yang belum terjadi, itulah kedatanganNya pada kali yang kedua. Tentang hal ini, kita harus menantikannya.

Berbicara tentang peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, itu merupakan peristiwa yang sangat menarik, kenapa? Karena di dalamnya memiliki banyak kebenaran rohani yang sangat memberkati kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.


Pada saat ini kita akan merenungkan bersama kebenaran mengenai kenaikan Tuhan Yesus

1.    Kenaikan Tuhan Yesus menegasakan supaya kita fokus kepada perkara-perkara sorgawai bukan perkara duniawi. 

Pada waktu mendekati kenaikanNya ke sorga, murid-murid masih bertanya tentang apakah Yesus mau memulihkan kerjaan bagi Israel, Kis. 1:6

Ini menunjukkan bahwa beberapa murid pikirannya masih fokus pada perkara-perkara duniawi, yaitu bagaimana mereka bebas dari penjajahan bangsa Romawi. Sebagai orang percaya, jangan kita terpengaruh apalagi terikat kepada perkara-perkara duniawi.

Tetapi Yesus kemudian mengarahkan pikiran mereka dari fokus kepada perkara duniwi kepada perkawa sorgawi. Bagi Yesus bebas dari perbudakan dosa adalah jauh lebih penting dari pada bebas dari perbudakan bangsa Romawi. Karena hidup dalam perbudakan dosa berdampak sampai pada kekekalan, tetapi perbudakan duniawi sifatnya tidak kekal.

Kalaupun miskin secara materi, itu hanya di bumi dan sifatnya sementara; kalaupun sakit secara fisisk, itu hanya di bumi, sifatnya hanya sementara. Tetapi yang terpenting sudah tidak diperbudak dosa lagi, maka ketika meninggalkan dunia ini, akan masuk sorga. Di sorga tidak ada lagi penyakit, kemiskinan, kesusahan.

2.    Perkara sorgawi yang dimaksudkan yaitu:berkatian dengan tugas memberitakan Injil atau menjadi saksi dan membaptis, memuridkan, mengutus, Mat. 28:19-20; Kis.1:7-8

Tuhan Yesus mau kita fokus dengan tugas memberitakan Injil atau menjadi saksi dan membaptis, memuridkan, dan kemudian mengutus lagi.

Kita tidak sekedar menjadi orang percaya setelah seseorang memperkenalkan Yesus bagi kita dan percaya, tetapi setelah kita dimuridkan, kita akan diutus oleh gereja untuk kembali pergi memberitakan injil. Siklus ini yang seharusnya terjadi: pergi – dibaptis – dimuridkan - diutus

Sebagai orang percaya, kita tidak boleh kehilangan gairah berkatian dengan perkara sorgawi ini. Semua berkat yang Tuhan berikan seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk menolong kita untuk mewujudkan perkara sorgawi ini.

Misalnya: jika punya rumah yang cukup besar, untuk menampung 5-12 orang, jadikan tempat komsel; jika punya gaji yang cukup baik, topang pekerjaan Tuhan seperti pembukaan gereja baru, bantu pendeta yang di pedalaman dst; jika ada mobil, sempatkan untuk menjemput teman untuk datang ke gereja atau ke komsel; dll.

3.    Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia akan menyertai jika kita fokus pada perkara sorgawi.

Di dalam Mat. 28: 19-20 dikatakan bahwa jika kita memberitakan injil, membaptiskan orang yang percaya, memuridkan dan mengutus, Yesus berjanji untuk menyertai kita.

Penyertaan Tuhan Yesus akan dinyatakan secara ajaib, Markus 16:17-18

Itu dialami oleh Paulus, ketika ia memberitakan Injil ada orang yang percaya tetapi setan juga tidak mau diam, tetapi tuhan menyertai Paulus, Kis.16:13-18

Kita melihat bagaimana Tuhan menyertai Paulus yang fokus pada perkara sorgawi: ia pergi memberitakan Injil, memuridkan, dan kemudian mengutus lagi untuk memberitakan Injil. Itu sebanya ada Timotius, Priskila dan Akwila, Titus dll.

KESIMPULAN:
Jika kita fokus pada perkara sorgawi, maka ada berkat yang kita akan nikmati di bumi ini semasa kita hidup terutama mahkota yang akan kita terima ketika kita ada disorga

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.