Ads Top

MENGAPA YESUS RELA MENDERITA DAN MATI DI KAYU SALAIB?



Sejak tahun 2009, setiap Jumat Agung, kita telah belajar mengenai “Mengapa Yesus Rela Menderita dan Mati di Kayu Salib?”  Dan hari ini kembali kita belajar tentang topik ini

1.    Untuk pengampunan dosa-dosa kita, Ef. 1:7; Mat. 26:28

Ketika kita mengampuni utang  atau pelanggaran  atau kesalahan seseorang, kita tidak lagi menuntut pembayaran, semuanya sudah beres atau selesai ketika kita memberikan pengampunan bagi orang tersebut. Jika masih ada pembayaran yang dituntut maka itu bukanlah pengampunan.


Itulah yang dilakukan Allah bagi kita ketika kita percaya kepada Yesus Kristus; yaitu dosa kita diampunai artinya kita tidak lagi dikenakan tuntutuan apapun atas perbuatan dosa kita.

Tetapi kemudian muncul masalah. Dimana keadilan Allah? Bukankah Allah itu adil? Sebagai Allah yang adil, tentunya Ia harus menghukum kita karena perbuatan dosa kita dan sebaliknya Allah memberkati kita ketika kita tidak berbuat dosa.

Allah tetap Allah yang adil. Tuntutan terhadap keadailan Allah atas perbuatan dosa kita terlunaskan atau terbayar melalaui kematian Kristus di Kayu salib. Jadi Kristus telah menanggung semua tuntutan dari perbuatan dosa kita dengan darah-Nya sendiri, Kis. 10:43; Yes. 43:25; Mz. 103:12.

Jadi ketika Paulus berkata: “Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan (Ef. 1:7),” Paulus sedang mengatakan bahwa semua akibat dosa dan perbuatan dosa kita telah ditanggungkan kepada Kristus di dalam kematiaan-Nya di kayu salib dan kita bebas dari tuntutan dosa.

Untuk itu marilah kita menaikkan syukur senanatiasa kepada Tuhan Yesus atas pengorbanan-Nya untuk pengampunan dosa-dosa kita.

Bagaimana kita mengalami pengampunan Yesus di dalam kehidupan kita? Mengakui bahwa kita telah berdosa, minta dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan mangampuni kita berdasarkan kematianNya di kayu salib bagi kita, maka sesuai janjiNya kita akan diampuni, 1 Yoh. 1:8-9

2.    Untuk menunjukkan kasih atau kebaikan-Nya kepada kita, 1 Yoh. 3:16; Yoh. 10:11; Ef. 5:21,25; Gal. 2:20

Yesus mengasihi kita bukan ketika kita telah sempurna. Yesus menyatakan kasihNya justru ketika kita masih di dalam kubangan dosa.

Yesus menyatakan kasihNy kepada kita bukan saja dengan menyatakan mukjizat, menyembuhkan penyakit, memberkati usaha, bahkan dengan cara Ia memberikan nyawaNya dengan relah bagi kita sebagai tebusan supaya kita bisa deselamatkan dari kematian kekal.

Mari kita belajar dari Yesus untuk mengasihi sesama kita, jangan tunggu sampai mereka sempurna karena itu tidak akan terjadi selama kita masih di dalam dunia ini, tetapi nyatakan kasih kita walau sesama kita masih banyak kekurangan seperti kita sendiri juga yang masih punya kekurangan.

3.    Untuk membentuk suatu komunitas yang mau memikul salib dengan relah demi pelebaran kerajaan Allah di muka bumi ini, Luk. 9:23; Mat. 10:38

Penderitaan dan kematian Yesus bukan saja supaya kita dibebaskan dari belenggu dosa, juga bukan saja untuk menunjukkan kasihNya, tetapi juga melalui kerelaanNya untuk menderita dan mati di kayu salib Ia ingin membentuk suatu umat yang rela untuk memikul salib setiap hari.

Yesus rela mati untuk memperluas kerajaan Allah di muka bumi ini. Perluasan kerajaan Allah itu ialah melalau pertambahan jumlah bilangan orang percaya. Kerajaan Allah semakin luas artinya semakin banyak orang yang mengakui Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Tuhan

Sekarang supaya kerajaan Allah semakin luas, maka kita harus seperti Yesus yang dengan rela memikul salib (rela menderita).

Jika kita melihat gereja mula-mula, mereka relah pikul salib asalkan Injil Kristus deberitakan. Contohnya seperti Paulus. Ia rela bekerja sendiri kumpulkan uang supaya ia bisa pergi beritakan injil. Ia rela pergi memberitakan injil dengan naik kapal dengan resiko bahwa bahaya  yang mengancam sewaktu-waktu. Demi memperluas kerajaan Allah, Paulus pernah dipenjara, dianiaya, tidak makan dst, tetapi ia rela menghadapi semua itu. Itulah yang diharapakan oleh Yesus, itu sebanya Ia rela menderita dan mati untuk menjadi contoh bagi setaiap orang percaya pada masa kini.

4.    Untuk menunjukkan ketaatanNya dan sekaligus menjadi contoh bagi kita, Ibr. 5:8; Flp. 2:8

Penderitaan dan kematian Kristus di kayu salib merupakan wujud ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya yang di sorga. Dan sebagai akibatnya Bapa sorgawi sangat memuliakan Kristus.

Ketika kita mau taat kepada kehendak Bapa, walaupun mungkin kita harus menderita, maka Allah akan memberkati kita dengan luar biasa.

KESIMPULAN:



Jadi, MENGAPA YESUS RELA MENDERITA DAN MATI DI KAYU SALIB? 

Jawabannya adalah:
Untuk pengampunan dosa-dosa kita, Untuk menunjukkan kasih atau kebaikan-Nya kepada kita, Untuk membentuk suatu komunitas yang mau memikul salib dengan relah demi pelebaran kerajaan Allah di muka bumi ini, dan Untuk menunjukkan ketaatanNya dan sekaligus menjadi contoh bagi kita

2 komentar:

  1. jadinya kalau yesus sudah menebuskan dosa2 kita, kita bisa zina, membunuh sepuasnya donk.,,.??
    kan dosa kita sudah di ampuni

    BalasHapus
  2. To Anonim:

    Kita menaikkan syukur senanatiasa kepada Tuhan Yesus atas pengorbanan-Nya untuk pengampunan dosa-dosa kita. Mengakui bahwa kita telah berdosa, minta dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan mangampuni kita berdasarkan kematianNya di kayu salib bagi kita, maka sesuai janjiNya kita akan diampuni, 1 Yoh. 1:8-9

    Mari kita belajar dari Yesus untuk mengasihi sesama kita, jangan tunggu sampai mereka sempurna karena itu tidak akan terjadi selama kita masih di dalam dunia ini, tetapi nyatakan kasih kita walau sesama kita masih banyak kekurangan seperti kita sendiri juga yang masih punya kekurangan.

    Jika kita melihat gereja mula-mula, mereka rela pikul salib asalkan Injil Kristus deberitakan. Contohnya seperti Paulus. Ia rela bekerja sendiri kumpulkan uang supaya ia bisa pergi beritakan injil. Ia rela pergi memberitakan injil dengan naik kapal dengan resiko bahwa bahaya yang mengancam sewaktu-waktu. Demi memperluas kerajaan Allah, Paulus pernah dipenjara, dianiaya, tidak makan dst, tetapi ia rela menghadapi semua itu. Itulah yang diharapakan oleh Yesus, itu sebabnya Ia rela menderita dan mati untuk menjadi contoh bagi setiap orang percaya pada masa kini.

    Kita sudah diampuni karena itu kita harus melakukan kehendak Tuhan

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.