Ads Top

MENGEVALUASI PERJALANAN HIDUP SEPANJANG TAHUN 2012 - 
BELAJAR DARI DOA DAUD.

MAZMUR 139:23

Di gereja kita setiap tahun ada rapat tahunan, tujuannya mengevaluasi program kerja sepanjang tahun dan sekali gus membahas program kerja untuk tahun yang akan berjalan.

Yang diharapkan dari rapat tahunan ini adalah sejauh mana kita sudah berhasil mencapai visi gereja yang dituangkan dalam program-program, kendala-kendalan yang dihadapi dan bagaimana menanggulanginya kemudian.

Demikian juga dengan perjalanan hidup kita khususnya sepanjang tahun ini. Kita harus melakukan evaluasi. Apakah makin maju atau mundur dan patokannya bukan ukuran yang ditetapkan oleh dunia, melainkan Firman Tuhan.  Itulah yang dilakukan oleh Daud. Dia mengevaluasi kehidupannya di hadapan Tuhan.

Pada saat ini kita akan melihat hal apa saja yang perlu kita evaluasi di dalam kehidupan kita di penghujung akhir tahun ini.


1.    Kita harus mengevaluasi Hati kita. 

a.    Motivasi kita:
Apakah motivasi kita dalam melayani Tuhan selama ini? Apakah supaya ingin dipuji, supaya dilihat orang atau karena ingin menyenangkan hati Tuhan?

b.    Kasih kita:
Bagaimana kasih kita terhadap Tuhan dan sesama bahkan orang yang membenci kita? Firman Tuhan mengatakan supaya kita mengasihi Allah dan sesama serta musuh kita, Mrk. 12:30,31; Mat. 5:44

c.    Kesungguhan hati kita
Bagaimana kesungguhan hati kita dalam melayani Tuhan? Apakah kita melayani Tuhan karena terpaksa, karena dorongan pacar, dorongan orang tua, malu kalau tidak melayani atau kita melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

d.    Kesungguhan hati dalam melayani Tuhan dapat dilihat di dalam persiapan dan Tuhan sangat menghargai dan memberkati persiapan.

2.    Kita harus mengevaluasi Pikiran kita

a.    Apakah memikirkan perkara di atas dimana Allah ada (yang membuat Allah senang), memikirkan kemajuan pekerjaan Tuhan  atau hanya memikirkan diri sendiri dan dunia ini, Kol. 3:2

Perumpamaan seorang yang kaya yang bodoh merupakan contoh dari orang yg hanya memikirkan dirinya sendiri, dan Yesus mencela orang yang demikian, Lukas 12:13-20

Paulus merupakan contoh dari seorang yang memikirkan perkara di atas, memikirkan kemajuan pekerjaan Tuhan lebih dari pada dirinya sendiri, Kis. 20:24

Paulus memikirkan kemajuan pekerjaan Tuhan sampai-sampai tidak menghiraukan nyawanya.

Apakah kita seperti orang kaya yang bodoh yg hanya memikirkan kepentingan diri sendiri atau seperti Paulus yang memikirkan perkara di atas.

b.    Apakah lebih banyak berpikir positif atau berpikir negatif.

Yusuf merupakan seorang yang berpikir positifwalaupun diperlakukan kejam oleh saudara-saudaranya sendiri, dan oleh istri Potifar serta dilupakan oleh orang pernah ditolongnya. Pada akhirnya ia mengatakan bahwa Allah bekerja di dalam situasi yang buruk yang dialami oleh Yusuf tentunya untuk mendatangkan kebaikan, Kej. 45:5. Dan hal ini sesuai dengan firman Tuhan di dalam Rm. 8:28.

Tuhan mau kita berpikir positif, Flp. 4:8. Mari masing-masing kita mengevaluasi pemikiran kita sepanjang tahun ini.

3.    Kita harus mengevaluasi Sikap kita

a.    Apakah kita kompromi dengan dosa atau tidak.
Kompromi dengan dosa artinya setuju dengan perbuatan dosa dan bahkan terlibat di dalamnya.  Daud setelah merenungkan kasih Tuhan yang ajaib di dalam kehidupannya, ia pun menjadi menyatu dengan Tuhan sehingga ia membenci apa yang dibenci Tuhan dan mengasihi apa yang dikasihi Tuhan, Mz. 139:211-22.

b.    Apakah kita mengampuni orang bersalah terhadap kita atau tidak, seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, Luk. 17:3; Kol. 3:13

c.    Apakah kita lebih sering menghakimi atau mendoakan orang yang sikapnya tidak kita sukai. Tuhan mengatakan supaya kita jangan menghakimi, Rm. 2:1,3; Mat. 7:1; Luk. 6:37

d.    Bagaimana sikap kita terhadap orang tua, pemimpin, orang yang lebih tua dari kita, terhadap anak-anak kita, terhadap orang yang bersalah kepada kita, terhadap pemerintah, terhadap sumai, terhadap istri, terhadap suadara seiman? Mari kita evalusai hal ini sesuai terang firman Tuhan.

Kesimpulan:

Jika kita belajar untuk mengevalusi diri kita sendiri, maka kita akan hidup makin bijak, bertumbuh menjadi dewasa secara rohani dan makin menyenangkan hati  Tuhan.

Sumber:
Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang, M.Th di Kebaktian Umum Pagi GSJA "Kemuliaan" Jakarta, tgl 30 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.