Ads Top

PRIBADI YANG TEGUH DIDALAM TUHAN

Khotbah Gembala Sidang GSJA KEMULIAAN, Pdt. Dias Pora Padang, M.Th di Kebaktian Umum Pagi & Malam GSJA KEMULIAAN, pada hari Minggu, 08 Juli 2012

Hari-hari ini kita hidup di tengah-tengah dunia yang memberikan pengaruh tidak baik, seperti mengutamakan uang, mementingkan diri sendiri, pergaulan bebas, tindak kekerasan dan kejahatan, juga kuasa roh-roh jahat.

Dalam situasi seperti ini Tuhan Allah menghendaki kita menjadi seorang yang teguh di dalam mengiring dan melakukan kehendakNya apa pun yang terjadi di dalam dan di sekitar kita.

Nabi Samuel merupakan seorang yang dapat menjadi teladan bagi kita dalam keteguhan mengiring dan melakukan kehendak Tuhan, mulai dari sejak ia kecil bahkan dikatakan sampai akhir hidupnya nabi Samuel tetap teguh di dalam Tuhan.

Pada saat ini kita akan merenungkan bersama mengapa dikatakan Nabi Samuel seorang yang teguh di dalam Tuhan


1. Samuel seorang yang merelakan diri dibawah pengawasan, 1 Sam. 3:1

Merelakan diri dibawah pengawasan seorang yang sedang dipakai Tuhan secara luar biasa pasti kita semua mau, tapi bagaimana jika kita berada dibawah pengawasan seseorang yang biasa-biasa? Apakah rela?

Samuel yang muda rela berada dibawah pengawasan seorang yang sudah jarang mendengar suara Tuhan, yang anak-anakya hidup tidak benar, ingat cara hidup Hofni dan Pinehas, 1 Sam. 2:12-17. Bahkan tetap berlaku hormat terhadap Imam Eli dan menyapanya sebagai “bapa,” (1 sam. 3:16)

Kalau sekarang ini kita Tuhan ijinkan berada dibawah kepemimpinan seseoarang, suatu organisasi, suatu gereja lokal, walaupun mungkin orang yang diatas atau pemimpin kita seorang yang biasa, belajarlah setia di sana. Karena ini sebenarnya menunjukkan keteguhan kita dalam mengiring dan mengiring Tuhan.

2. Samuel seorang yang secara terus-menerus bergaul dengan Firman Tuhan, 1 Sam. 3:3; 7:17

Sejak muda sampai akhir hidupnya, Samuel terus menerus bergaul dengan Tuhan baik melalui pembacaan hukum taurat dan doa-doanya.

Bukti bahwa ia bergaul dengan Tuhan:
(1) Penyertaan Tuhan sungguh nyata, 1 Sam. 3:19-21; 7:7-13.
(2) Ia memahami betul perjalanan bangsa Israel sebelum Musa dan ketika Israel keluar dari bangsa Mesir, ini namapak dalam ucapan perpisahan Samuel dengan bangsa Israel, 1 Sam. 12.
(3) Samuel seorang terus berdoa untuk bangsa Israel, bahkan walau ia bukan lagi yang memimpin bangsa itu. Ini menunjukkan bahwa Samuel bukan berdoa hanya karena tugas, atau sedang memegang satu jabatan, tetapi memang ia suka berdoa, 1 Sam. 12:23

Kita bisa tetap teguh di dalam mengiring dan melayani Tuhan walau kita hidup ditengah dunia yang mendewakan uang, pementingan diri sendiri, pergaulan bebas, tidak perduli Tuhan dan gerejaNya asalkan kita terus-menerus bergaul dengan Tuhan dan firmanNya.

3. Samuel seorang yang memilih untuk lebih takut kepada Tuhan dari pada manusia
Hal ini kita lihat ketika Samuel akan mengurapi Daud untuk menjadi raja menggantikan Saul yang telah ditolak oleh Tuhan. Ada rasa takut di dalam diri Samuel, takut kalau-kalau Saul tahu, bisa-bisa Saul mencelakai Samuel. Tetapi kemudian Tuhan menunjukkan caranya bagaimana Samuel bisa pergi dan mengurapi Daud dan Samuel taat, 1 Sam. 16:1-4

Seperti Samuel, walau ada resiko yang harus kita hadapi, lebih baik kita memilih untuk taat kepada Tuhan dari pada tidak taat. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita seorang yang teguh di dalam Tuhan dan sikap teguh di dalam Tuhan mengakibatkan pemuliaan atau peninggian dari Tuhan bagi kita.

Kesimpulan:
Belajar dari pribadi Nabi Samuel, maka orang yang teguh didalam Tuhan merupakan orang yang
merelakan diri dibawah pengawasan, yang secara terus-menerus bergaul dengan Firman Tuhan, dan
yang memilih untuk lebih takut kepada Tuhan dari pada manusia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.