Ads Top

MUSUH YANG BESAR ADALAH DIRI KITA

Baca Yakobus 4:1–3


Kadang kala kita tidak menyadari bahwa musuh kita  yang paling besar adalah diri kita sendiri.
Alkitab menyatakan bahwa orang yang dapat mengendalikan dirinya melebihi seorang pahlawan:
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota ( Ams. 16:32)

Sesuatu didalam diri kitalah yang tak terkendali pemicu segala perselisihan, pertengkaran, bahkan pembunuhan. Itu berarti diri kitalah musuh yang paling besar.
1. KEINGINAN YANG TAK TERPENUHI DIDALAM DIRI MUSUH YANG PALING BESAR.

“Kamu meningini sesuatu tetapi kamu tidak memperolehnya lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuan mu lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa : ( Jak 4 : 2 )

Persyaratan seorang pemimpin adalah bebas dari keinginan harta dunia:
- Pemimpin Israel : “ Disamping itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepada pengajaran suap tempatkanlah mereka diantara  bangsa itu menjadi pemimpin 1000 orang, memimpin seratus orang pemimpin lima puluh orang dan pemimpin 10 orang” ( Kel 18:21 )
- Rasul Paulus : “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga (Kis 20 : 33)

2. HARGA DIRI KITALAH MUSUH YANG PALING BESAR.

“ Tetapi kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepada kita lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan “ Allah menantang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati ( Jak 4 : 6 )

 Saat kita menempatkan diri kita diatas segala sesuatu itulah sumber malapetaka.

Peristiwa menara Babel ( Kej 11 : 8 – 9 )
“8 Demikianlah mereka diserahkan Tuhan dari situ keseluruh bumi dan mereka berhenti mendirikan kota itu, 9 Itulah  sebabnya sampai sekarang kota itu disebut Babel karena disitulah dikacaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan  Tuhan keseluruh bumi.”

Nebukatnezar ( Dan 4 : 33 ) :
“Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu dan tubuhnya basah oleh embun dari langit sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.”

Herodes ( Mat 2 : 16 )
“Ketika Herodes tahu bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang Majus itu ia sangat marah lalu ia menyuruh membunuh semua anak yang ada di Betlehem dan sekitarnya yaitu anak-anak yang berumur 2 tahun kebawah sesuai dengan waktu sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dan orang-orang Majus itu.”

3. SAAT KITA MEMBERI KESEMPATAN PADA IBLISLAH MUSUH YANG PALING  BESAR.

“Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis maka ia akan lari dari padamu ( Jak 4 : 7 )

Setan adalah sumber dari segala masalah (Yoh 10 : 10 )
Kapankah setan mendapat kesempatan dari kita?

1. Saat kita tidak terbuka pada nasehat dan tegoran ( 2 Sam  12 : 13 )
“ Lalu berkatalah Daud kepada Natan : “ Aku sudah berdosa kepada Tuhan” dan Natan berkata kepada Daud: “ Tuhan telah menjauhkan dosa mu itu, engkau tidak akan mati “

2. Saat kita cepat putus asa (1 Sam 17:
32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hamba mu ini akan pergi melawan Filistin itu.” 33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau akan menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia sebab engkau masih muda sedang dia sejak dari mudanya telah menjadi prajurit.”

3. Saat kita membicarakan masalah diri kita maupun orang lain (Flp 3 : 13)
“Saudara-saudaraku aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang aku lakukan, aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku."


Khotbah Pdt. JR Simanjuntak,MA di Kebaktian Umum Pagi dan Malam 15 Juli 2012 di GSJA KEMULIAAN

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.