Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Minggu, 17 Juni 2012

PERIHAL JANDA YANG MEMBERI SEMUA YANG DIMILIKI | Lukas 21: 1-4

Do you want to share?

Do you like this story?

Khotbah di Kebaktian Umum Pagi & Malam di GSJA KEMULIAAN oleh Pdt. JR Simanjuntak.

PERIHAL JANDA YANG MEMBERI SEMUA YANG DIMILIKI (Luk. 21: 1-4)

Janda adalah posisi yang kurang dapat perhatian dalam masyarakat, apalagi zaman modern ini. Bahkan, pada zaman primitif sekalipun kedudukan dan posisi seorang janda kurang mendapat perhatian.

Namun dalam firman Tuhan di atas dikisahkan perihal seorang janda yang menjadi pusat perhatian Yesus. Selama ibadah, matanya tertuju kepada janda yang memberi semua yang dia miliki. Ia memberi semua nafkahnya.

Dalam kisah ini kita dapat mengambil beberapa makna rohani yang dapat kita aplikasikan untuk iman percaya kita.

A. JANDA INI MENGAJARKAN PADA KITA BAHWA YESUS ADALAH ALLAH YANG MATA TAHU (ayat 2)

“Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.”

Tidak ada seorang pun yang beritahu padaNya bahwa wanita itu seorang janda, tetapi tahu bahwa bukan saja janda tetapi ia juga miskin dan memberi semua nafkahnya.

Ia tahu nama pria di pohon ara bernama Zakheus (Luk. 19: 5)
“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah turun sebab hari ini aku harus menumpang di rumahmu.”

Ia tahu dosa dan keadaan hidup perempuan Samaria yang bercakap-cakap dengannya di perigi (Joh. 4: 17-18; 29)
(17) Kata perempuan itu, ‘Aku tak mempunyai suami’. Kata Yesus kepadanya: ‘Tepat katamu bahwa engkau tak mempunyai suami.
(18) Sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu bukanlah suami dalam hal itu engkau berkata benar.
(29) Mari lihat di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”


Dia tahu apa yang ada di hati manusia (Joh. 2: 25)
(25) Dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepadanya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di hati manusia.

Dia tahu segala masalah kita (Mat. 11: 28)
“Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

B. JANDA INI MENGAJARKAN KEPADA KITA BAHWA SEMUA ORANG MENDAPAT PERHATIAN YANG SEMA DI MATA TUHAN YESUS (ayat 2)

“Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.”

Anak-anak mendapat perhatian Tuhan Yesus (Mat. 18: 6)
“Tetapi barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaku lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia tenggelamkan ke dalam laut”.

Remaja dan pemuda mendapat perhatian Tuhan Yesus (Mark. 14: 51)
“Ada seorang muda yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain linen untuk menutup badannya, mengikuti Dia, mereka hendak menangkapnya.”


Wanita itu mendapat perhatian Tuhan Yesus
Wanita yang berdosa (Joh. 4: 29): “Mari lihat, di sana ada seseorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
Wanita yang menderita sakit (Mark. 5: 29); “Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.”
Wanita yang mau melayani dan membuat yang terbaik (Mak. 14: 3-6); “Seorang perempuan membawa buli-buli berisi minyak narwastu yang mahal. Dicurahkannya minyak itu ke kepala Yesus. Ada yang berkata itu pemborosan, bisa dijual 300 dianr lebih dan dapat diberi kepada orang miskin. Tetapi Yesus berkata: Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan yang baik bagiKu.”

Pria mendapat perhatian Tuhan Yesus
Pria yang berbisnis (Luk. 18: 23); “Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih sebab ia sangat kaya.”
Pria yang sedang menganggur (Mat. 20: 3); “Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan akibatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.”
Perempuan yang mau melayani Tuhan (Mat. 27: 55); “Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.”
Pria yang korupsi (Luk. 16: 1); “Dan Yesus berkata-kata kepada murid-muridnya: ‘Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.”

C. JANDA DI BAIT ALLAH MENGAJARKAN KEPADA KITA BAHWA PERSEMBAHAN YANG SESUNGGUHNYA DIMULAI DARI HATI (ayat 4)

“Sebab mereka semua memberi persembahan-persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya”

Pemberian yang sesungguhnya bukan harta, tetapi hidup kita (Rom. 12: 1).
“Karena itu saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah itua dalah ibadahmu yang sejati.”


Pemberian kepada Allah bukan menolong Allah, tetapi sebuah ibadah (Ams. 3: 9-10).
“Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan kasih pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan melua dengan air buah anggurnya.”

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comments:

Poskan Komentar

Silahkan Meninggalkan Komentar Anda.
Kami akan menghapus komentar yang bersifat spam, jorok, kasar, pornografi, dll.

Advertisements

Advertisements