Ads Top


“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Yesus itu ngajarin kita buat jadi pemberontak ama dunia ini. Selama hidupNya di bumi yang cuman 33,5 taon itu Dia kasih teladan ama kita supaya ‘memberontak terhadap dunia’. Nah sebagai anak-anakNya kita juga mesti mengikuti jejakNya, jadi ‘memberontak terhadap dunia’.

Tapi sebelumnya, kita mesti tau dulu, apa sih dunia yang Yesus maksud itu. Dunia yang Yesus maksud itu sebenarnya bicara soal cara pandang, cara hidup en segala macam hal yang ada di bumi ini, yang nggak sesuai ama Firman Tuhan.


Tapi kita juga mesti ati-ati soalnya ada banyak hal yang keliatannya baik, en sempurna tapi nggak sesuai ama Firman Tuhan. En ada banyak hal yang kayaknya nggak menyenangkan, tapi sebenarnya sesuai ama Firman Tuhan.

Baca ayat alkitab berikut ini: “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” (I Korintus 10:3-5)

Nah tugas kita, yang ngakunya anak Tuhan, yang katanya mo ikut teladan Tuhan, adalah, jangan pernah ikutan jadi sama kayak dunia ini. Kita emang masih hidup en tinggal di dunia, tapi bukan artinya terus kita setuju ama semua yang ada di dunia. Kita mesti berani kayak Yesus. Dia nggak takut bilang salah, kalo emang itu salah. Ato Dia juga nggak takut melakukan kebenaran walopun Dia tau semua orang nggak setuju ama Dia. Ini yang disebut jadi pemberontak sama dunia.

Tapi kita juga mesti siap sama konsekuensinya. Kita bakal dibenci ama banyak orang. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yohanes 15:18).

Guys, buat jadi pemberontak atas dunia itu nggak gampang, soalnya kita bakal kalah jumlah dibandingin orang-orang lain yang mendukung dunia. Tapi jangan takut , terus maju aja, en lakuin apa yang kita tau itu benar. Karena itu juga yang Yesus lakuin. “…sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (I Yohanes 5:4)

Kita bukan dari dunia, itu yang Yesus bilang sama Bapa, “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” (Yohanes 17:16). Kita ini semacam ‘alien’, tapi bukan dari planet lain atau UFO, tapi ‘alien from heaven’. Karena rumah kita sebenernya adalah surga, bumi ini hanya tempat persinggahan, sama kayak yang dikatakan dalam Ibrani 11:13-16 “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”

Ada dua cara buat kita jadi pemberontak yang ‘mengguncang dunia’:
(1) Dengan nggak ngikutin cara dunia,
(2) Dengan melakukan cara yang lebih baik dari dunia.

Cara yang pertama, kita harus berani buat bilang ‘nggak’ sama dosa yang biasa dunia lakukan. Mungkin bagi dunia hal itu bukan ‘dosa’ karena mungkin semua orang ngelakuinnya, dan waktu kita menolak untuk kompromi, maka dunia bakalan bilang kita ini ‘aneh’. Mungkin kita bakalan dikucilin atau dipandang sebelah mata… its okay, itu harga yang harus kita bayar.

Kita harus lebih mencintai Tuhan daripada dunia ini, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (I Yohanes 2:15).
Menjadi sahabat Allah lebih tinggi dan lebih berharga daripada apapun, “…Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4).
Jangan sampe kita kehilangan Tuhan hanya karena ingin sesuatu yang nggak kekal, karena…“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36).

Cara yang kedua, kita harus melakukan segala sesuatu dengan cara yang jauh lebih baik daripada yang dunia lakukan. Kalo dunia dapet nilai A, maka kita harusnya punya nilai A+, atau A+++++ sekalian! Jangan takut, Tuhan bilang kita lebih daripada pemenang dan Yesus telah mengalahkan dunia ini, ”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16:33).


Jadilah orang yang menjungkir-balikkan dunia. So, let’s be like Jesus. Turn the world upside down. “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia (turned the world upside down, -KJV) telah datang juga ke mari” (Kisah Para Rasul 17:6). - GF-
 Church vs the world

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.