Ads Top

MENGAPA KITA SERING MEMPERTANYAKAN KUASA TUHAN | Bil 14:11

Banyak orang tidak percaya akan Allah dan mengajukan berbagai pertanyaan perihal kuasa Allah. Kalau Allah ada di sana, mengapa Dia tidak menggunturkan dirinya? Mengapa Dia tidak memberikan banyak fakta akan diriNya? Demikian banyak pertanyaan perihal Allah.

Seorang ateis terkenal bernama Bertrand Russel berdebat dengan salah seorang wanita di dalam satu pesta. Wanita itu bertanya Anda seorang ateis terkenal dan tertua di dunia. Apa yang Anda lakukan jika Anda meninggal, Anda akan menjumpai bahwa Allah itu ada? Apa yang Anda lakukan bila bertemu muka dengan Allah yang Anda sangkal sepanjang hidup Anda? B. Russel menjawab, “Aku akan mengarahkan jari telunjukku pada Allah dan berkata ‘Kau Tuhan memberikan pada kami tidak cukup bukti”.

Manusia selalu memerlukan bukti, barulah ia percaya kepada Tuhan. Thomas, rasul dan murid Yesus menyangsikan kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati, karena ia memerlukan bukti. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan.” Tetapi Thomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungnya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (Joh. 20: 25).

Rasanya berat bagi Tuhan Yesus untuk meninggalkan dunia ini dan kembali ke surga jika Thomas dibiarkan dalam kebimbangan dan ketidakpercayaannya. Alkitab mengatakan bahwa delapan hari kemudian Tuhan Yesus kembali lagi ke rumah di mana murid-murid berkumpul dan Thomas ada di sana.

Yesus berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah!” Thomas menjawab dia, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” (Joh. 20: 22-29).

I. BUKTI DARI KUASA TUHAN

Kepada Musa Allah menyuruh menghitung berapa banyak bukti atas kuasaNya (Bil. 14: 11). Pemazmur merincikan berbagai mukjizat yang telah Allah adakan di tengah-tengah bangsa Israel dengan tujuan supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatanNya tapi memegang pemerintahNya (Maz. 78).

• DibelahNya laut dan diseberangkannya mereka (ayat 13).
• DituntunNya mereka dengan awan pada waktu siang dan semalam suntuk dengan tiang api (ayat 18).
• DibelahNya gunung batu di padang gurun diberi mereka minum air seperti Samudera (ayat 15).
• Menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan (ayat 24).
• Menurunkan mereka hujan daging dan burung-burung (ayat 27)

Sebelum keluar dari Mesir, air berubah menjadi darah, melepaskan lalat pikat, katak-katak, belalang, hujan batu, ulat dan malaikat maut yang membunuh anak-anak sulung orang Mesir (ayat 44-45). Semua ini untuk membuktikan bahwa ia berkuasa, namun umatnya tidak mempercayainya (ayat 32).

Kitab Perjanjian Lama menggambarkan Allah Maha Kuasa.
1) Ia menciptakan dunia dari sesuatu yang tidak ada (Kej. 1: 1-2)
2) Ia sanggup memusnahkan dunia dengan air bah (Kej. 7: 23-24)
3) Ia memperkenalkan diri kepada Musa sebagai Allah yang sanggup membebaskan Israil (Kel. 3: 8)

Kitab Perjanjian Baru menggambarkan Allah sebagai pribadi Yang Maha Kuasa.
1) Tak mungkin membaca kehidupan Yesus tanpa menemukan kuasa Allah dalam apapun yang dilakukan Yesus.
2) Kuasa Allah nampak dalam setiap mukjizat yang Tuhan Yesus lakukan. Ia menunjukkan kuasa Allah atas alam dengan jalan menundukkan angin dan gelombang.
3) Ia mengusir setan dengan kuasa Allah. Ia menyembuhkan segala penyakit dan mengalahkan maut dan kematian.

Mungkin kalimat Martin Luther, Bapak Gereja kita dapat membantu agar kita fokus kepada kuasa Tuhan. “Saat saya memikirkan salib yang saya pikul, penderitaan dan cobaan yang saya hadapi, saya malu kepada diri sendiri karena penderitaan saya tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang dialami Juru Selamatku Yesus Kristus”.

II. KITA HARUS PERCAYA KUASA TUHAN

Kita tidak percaya kepada kuasa Tuhan adalah tindakan yang tidak beralasan. Karena telah banyak perbuatan ajaib yang telah Ia lakukan. Jika kita telah banyak mengalami pertolongan dan kebaikan Allah, tetapi tetap tidak percaya kepadaNya adalah sesuatu yang sangat menyusahkan dan menyakiti Allah.

Jika kita banyak menerima, mengalami pertolongan, kebaikan, anugerah dan berkat Tuhan kita juga akan diminta banyak juga. Demikian nasihat Yesus kepada murid-muridnya. “Setiap orang yang banyak diberi daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut”. (Luk. 12: 48)

Pertanyaan: Apakah yang diminta Tuhan dari kita? Ia tidak meminta dari kita kekayaan, ketenaran atau sesuatu yang berorientasi materi, karena Ia memiliki segala sesuatu (I Taw. 29: 12). Ia bukan pengemis, tapi pemberi. Yang diminta dari kita adalah seperti yang diungkapkannya kepada Musa:
“Maka sekarang hai orang Israil, apakah yang dimintakan daripadamu oleh Tuhan Allahmu selain dari takut akan Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkannya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, berpegang kepada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini supaya baik keadaanmu (Ul. 10: 12-13).

III. JANGAN FOKUS KEPADA MASALAH SUPAYA MELIHAT KUASA ALLAH

Pada saat kita fokus pada masalah, kesukaran, kesulitan, sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana kita, dengan cepat kita akan meragukan Allah. Hal ini terjadi pada bangsa Israil. Mereka bukan bersyukur, kagum atas kebaikan Tuhan yang telah membebaskan mereka dari kuasa orang Mesir dan memelihara mereka secara ajaib di padang gurun. Malah mereka menyangka bahwa Allah membawa mereka ke padang gurun hanya untuk dibunuh.

“Mengapa Tuhan membawa kami ke negeri ini supaya kami tewas oleh pedang dan istri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” (Bil. 14: 3).

Saat kita fokus kepada masalah kita, batin kita kosong, tak puas, kita mengalahkan lingkungan kita, mengutuki hari lahir dan mengalahkan Allah. Penderitaan Ayub membantu kita menyadari kerugian apa saja yang kita alami jika kita fokus pada masalah kita yang digambarkan dalam Ayub pasal 30. Di samping itu, jika kita fokus pada masalah kita, roh tidak percaya, menghambat iman kita dan mematahkan harapan, kita berjalan mengurung Yesus.

Dalam Bil. 14 karena ketidakpercayaan umat Israil akan Allah, maka Allah melenyapkan mereka dengan penyakit sampar dan kalaupun ada yang hidup tidak diizinkan melihat tanah perjanjian yang Allah janjikan (Bil. 14: 11-12; 22-23). Karena itu jangan ragu atas kuasaNya, tapi mengarahkan mata rohani kita memandang Dia serta mengharapkan pertolongannya. “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung dari manakah akan datang pertolonganku?” (Maz. 121: 1).

Lakukan apa saja yang Dia minta. Kita harus tahu berterima kasih, menghargai kebaikan, pertolongan dan mukjizat Tuhan asalah dupa yang berbau harum di hadapanNya. Dalam pelayanan Tuhan Yesus, Ia menjumpai banyak orang yang tahu berterima kasih atas anugerah Tuhan. Orang yang tahu berterima kasih tidak saja mendapat berkat jasmani dalam hal kesembuhan, tapi juga mendapat anugerah keselamatan.

Kisah wanita meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, Yudas memprotes namun Yesus membela wanita itu, “Biarkanlah dia melakukan hal ini”. (Joh. 12: 1-8).

Menanggapi ucapan terima kasih Zakheus, Tuhan Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini karena orang ini pun anak Abraham”. (Luk. 19: 9).

Alkitab tidak saja mengajar kita untuk tahu berterima kasih kepada Tuhan, tapi juga kepada sesama.
- Kepada orang tua (Kel. 5: 16; Ef. 6: 2)
- Kepada keluarga (I Tim. 5: 8)
- Kepada orang yang dituakan (I Sam. 15: 30)
- Kepada pemimpin dunia (I Pet. 2: 13-14)
- Kepada pemimpin rohani (I Tes. 5: 12)
- Kepada semua orang (I Pet. 2: 17)

Tahu berterima kasih kepada Tuhan dan sesama adalah bukti kasih yang paling besar. Kita tidak melupakan Tuhan dan kebaikannya.

4 komentar:

  1. bisa gak buat puisi buat keagungan Tuhan Yesus?
    aku ada tugas dari sekolah nih
    tolong bantuin ya!

    BalasHapus
  2. bisa gak min bantuin saya jelasin maksud dari kejadian 6:6? makasih Tuhan memberkati!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau tau artinya hrus dbaca scra menyeluruh, dari kej 6:1 sd selesai, khususnya sgt brkaitan dg kej 6:5, sblm membaca alkitab, bdoa minta pimpinan Tuhan agar tdk salah mengartikan nya. Gbu

      Hapus
  3. Kami merekomendasikan anda membaca artikel ini:

    http://carm.org/languages/indonesian/apakah-allah-dapat-berubah

    Apakah Allah dapat berubah?

    Semoga memberkati

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.