Ads Top

KITA DITUGASKAN MENJADI MISI

(Kis. 20: 24). Ayat firman di atas merupakan ungkapan perpisahan Rasul Paulus dengan para penatua di Efesus. Dalam perpisahan itu ia mengungkapkan sesuatu yang dilupakan banyak orang. Ia ungkapkan bahwa ia memiliki tugas dari Tuhan untuk memberitakan Injil. Allah memiliki pekerjaan di dunia ini, di mana ia rindu setiap orang dapat melibatkan diri dalam misi-Nya.

Bukan saja tugas, malah perintah: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28: 19-20).

Perintah inilah yang merupakan misi setiap kita orang percaya. Allah di surga merindukan setiap orang percaya memiliki pelayanan di dalam tubuh Kristus dan kepada orang yang belum percaya.

Di dalam Kitab Yehezkiel pasal 3, dua tugas misi digambarkan secara jelas. Pelayanan kepada orang benar (Joh. 3: 20-21) dan kepada orang jahat (Joh. 3: 18-19). Orang benar dalam ayat ini berbicara perihal mereka yang telah percaya kepada Yesus dan telah memperoleh pembenaran melalui darah-Nya (Rom. 5: 9), sedangkan orang jahat mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus.

Dalam PL dan PB, misi Allah nampak dengan jelas bahwa Ia tak menghendaki seorang pun binasa. Baik orang jahat mati karena ketidakpercayaannya atau orang benar yang undur dari kebenarannya dan berbuat curang lalu binasa: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (II Pet. 3: 9).

I. ALLAH MENGHENDAKI KITA TERLIBAT DALAM MISINYA DALAM GEREJANYA

Gereja adalah tubuh Kristus di duni ini dan Dia adalah kepalanya. Tidak adapun yang berharga di dunia ini bagi Allah selain daripada gerejanya. Karena untuk membangun gerejanyalah Ia rela membayar harga yang mahal Anak-Nya sendiri yang tunggal diberikan-Nya untuk melahirkan gereja (Mat. 16: 18).

Karena Yesus adalah kepala gereja, maka Ia bertanggung jawab untuk menjaga dan memeliharanya. Ia bertanggung jawab untuk izinnya, biaya pembangunannya, siapa yang jadi pemimpin atas gereja-Nya mewakili-Nya di dunia ini serta mengalahkan musuh dari gereja-Nya.

Pada zaman greja mula-mula, ada seorang yang sangat memusuhi gerejanya. Orang itu adalah Saulus dari Tarsus. Ia berusaha membinasakan jemaat Tuhan. Ia memasuki rumah demi rumah tempat mereka berkumpul dan menyeret laki-laki dan perempuan keluar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke penjara.

Jemaat yang dianiaya berdoa, melapor kepada Yesus kepala gereja. Hasil doa mereka luar biasa. Tuhan Yesus sendiri turun tangan berhadapan dengan Saulus dan merubahnya menjadi alat dalam tangan-Nya. Dahulu Saulus memusuhi gereja, sekarang menjadi sahabat gereja dan berani memberitakan Yesus (Kis. 9: 1-31). Tuhan Yesus membuktikan diriNya bahwa Ia dan gerejaNya adalah satu. Ia kepala dan gereja tubuhNya. Ia turut merasakan apa yang dirasakan gerejaNya.

Kita tidak menjadi orang Kristen yang baik dan bertumbuh jika kita tidak berada pada gereja lokal. Simak beberapa alasan yang diberikan Alkitab:

- Melalui gereja lokal kita dibebaskan dari yatim-piatu rohani. Jika kita pisah dari gereja lokal, kita kehilangan orang tua rohani untuk mendidik, mengawasi dan memelihara rohani kita. Betapa hebat pelayanan kita jika kita tidak terikat jemaat lokal, kita bukan apa-apa, karena melalui gerejanya, Ia membangun pelayanan kita.

- Melalui gereja lokal kita dapat tempat untuk mengembangkan karunia Tuhan. Setiap kita memiliki karunia Tuhan. Gereja adalah tempat untuk kita mengembangkan karunia kita demi kepentingan bersama.

- Melalui gereja lokal kita menyatakan diri sebagai keluarga Allah. Sebagai keluarga, maka kita dianjurkan untuk saling menolong, saling mengasihi, saling mendoakan, saling mengampuni, saling membela dan membantu.

- Melalui gereja lokal kita dapat merasakan kehadiran Allah secara luar biasa. Tuhan dapat hadir di mana saja, karena Ia maka hadir. Namun Alkitab mengatakan bahwa Ia hadir secara khusus dalam gerejaNya. Allah ada dalam baitnya yang kudus. Kepada Raja Salomo, Allah memberi jaminan bahwa mataNya dan hatiNya akan hadir di dalam Bait Allah yang Ia bangun (II Taw. 7: 16). Tuhan Yesus berfirman: “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18: 20).

- Melalui gereja lokal Allah mempersiapkan kita menyongsong kedatangan Yesus Kristus kedua kali: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr. 10: 25).

Melalui gereja lokal kita dibina, dinasihati dan dibentuk oleh Allah melalui firmanNya. Tentunya dalam persekutuan dengan sesama terdapat banyak hal yang tidak menyenangkan. Ada hal yang menyakiti, mengecewakan. Itulah sebabnya Alkitab menganjurkan: “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Gal. 6: 2).

II. ALLAH MENGHENDAKI KITA TERLIBAT DALAM MISI-NYA BAGI DUNIA

Kita dapat menjadi orang Kristen yang mendunia atau duniawi. Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang beriman kepada Allah dalam Yesus Kristus hanya untuk memenuhi segala kebutuhannya. Mereka telah diselamatkan tapi aktivitas mereka berpusat pada diri sendiri. Mereka rajin ke gereja, ikut melayani. Mengikuti seminar-seminar, namun tidak tertarik dengan yang bertalian dengan pekabaran Injil.

Kita harus menyadari bahwa pekabaran Injil sedunia adalah tanggung jawab kita bersama. Doa-doa mereka hanya berpusat pada kebutuhan mereka , berbagai berkat dan kesenangan mereka. Iman mereka adalah iman bagi diri sendiri dan bukan keselamatan orang lain.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang mencintai dunia. Ia bukan Allah satu suku-satu pulau, tetapi Allah semua bangsa bagi dunia ini. Sejak Ia menciptakan Adam manusia pertama, Ia telah menyatakan bahwa Ia Allah bagi dunia (Kej. 1: 28). Allah menyatakan hal yang sama kepada Nuh, Abraham, Ishak, Yakub dan Musa.

Saat manusia hidup bagi dirinya dan tidak menjangkau dunia, Allah sendiri yang memberi kekacauan di antara mereka. Nampak dengan jelas dalam peristiwa menara Babel: “Baiklah kita turun dan mengacau-balaukan di sana bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Demikianlah mereka diserahkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi dan mereka berhenti mendirikan kota itu” (Kej. 11: 7-8).

Saat Raja Salomo membangun Bait Allah, ia mendambakan agar segala bangsa melalui Bait Allah dapat mengenal nama Tuhan yang besar. Allah bukan hanya menyenangi tindakan Salomo, tapi menyatakan bahwa Ia akan berada di dalam Bait Allah sepanjang masa.

Tuhan Yesus adalah Tuhan segala suku, bangsa, kaum dan bahasa. Dalam empat Kitab Injil Matius (Mat. 28: 18-20), dalam Injil Markus (Mark. 16: 15-16), Injil Lukas (Luk. 24: 46-48), dalam Injil Yohanes (Joh. 17: 18).

Betapa malangnya kita pada hari yang mulia itu jika semasa kita hidup di dunia ini, menikmati segala berkat dan anugerahNya hanya pada kepentingan sendiri dan tidak terlibat dalam misiNya bagi gerejaNya dan bagi dunia. Dan karena itulah, kita diciptakan “menjadi misi”.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.