Ads Top

TANGGALKAN KEBENCIAN DAN DENDAM, TERIMA ANUGERAH ALLAH | Hakim-Hakim 11:1-11

Pembacaan kita saat ini mengisahkan seorang yang bernama Yefta, yang menanggalkan kebencian dan dendam dan sebagai akibatnya ia menerima anugerah Allah di dalam hidupya.

Yefta lahir dari seorang pelacur, ayahnya yaitu Gilead. Setelah Gilead mendapatkan anak-anak lelaki dari istrinya, kemudian Yefta diusir oleh adik-adik tirinya dan Yefta melarikan diri di tanah Tob kemudian menjadi perampok, ay. 1-3

Tetapi ketika bani Amon berperang melawan orang Israel, tua-tua Gilead datang menjemput Yefta dari tanah Tob tempat/markas Yefta dan gerombolannya dan meminta supaya Yefta membantu orang Isreal untuk mengalahkan bani Amon. Dan tua-tua Gilead berjanji di hadapan Tuhan bahwa mereka akan menjadikan Yefta, putra dari seorang pelacur, yang diusir oleh saudara-saudaranya sendiri, untuk menjadi kepala atas Gilead, ay. 4-10

Apapun latar belakang kita, apakah kita pernah mengalami penolakan yang mengakibatkan kita mengalami kepahitan, benci dan dendam tetapi ketika kita menanggalkan semua itu maka kita akan menerima anugerah Allah di dalam hidup kita.

Pada saat ini kita akan merenungkan bersama mengapa kita harus “tanggalkan kebencian dan dendam dari kehidupan kita”.

1. Kita harus tanggalkan kebencian dan dendam supaya hati dan pikiran kita bersih.

Salah satu doa Daud yaitu “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah… (Mz. 51:12)
Bukan saja pornografi yang membuat hati dan pikiran kita menjadi najis atau tidak bersih, tetapi kebencian dan dendam juga membuat hati dan pikiran kita menjadi najis atau tidak tahir.

Jika ada kebencian dan dendam di dalam hati maka hati menjadi busuk dan pikiran menjadi jahat dan akan menimbulkan rencana-rencana yang najis atau jahat serta kita tidak dapat menerima tuntunan Tuhan

Contoh: Kain. Karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan, hatinya menjadi panas dan mukanya muram dan mengakibatkan hatinya dipenuhi rencana untuk membunuh adiknya Habil, padahal Tuhan sudah mengingatkan supaya Kain jangan iri, benci, dendam, Kej. 4:5-8

(5) tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. (6) Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? (7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Itu sebabnya penting sekali kita menanggalkan kebencian dan dendam dari dalam kehidupan kita supaya hati dan pikiran kita senantiasa bersih.

2. Kita harus tanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita karena hal itu akan membuat kita melakukan tindakan-tindakan yang jahat.

Kalau ada kebencian di dalam hati kita, maka pasti akan menimbulkan rencana yang jahat di dalam hati dan pikiran kita, dan pada akhirnya akan menimbulkan tindakan yang jahat.

Kebencian yang ada di dalam hati Kain, membuat Kain membunuh adik kandungnya sendiri


Kebencian yang ada di dalam hati Raja Saul, mengakibatkan ia melakukan tindakan-tindakan yang yang jahat kepada Daud. Kebencian di dalam hati Saul kepada Daud bermula ketika Daud berhasil mengalahkan Goliat dan Daud di songsong dengan nyanyian yang lebih meninggikan nama Daud, 1 Sam. 18:6-9

(6) Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; (7) dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." (8) Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya." (9) Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.

Ketika Saul membiarkan kebencian, dendam menguasai hati dan pikirannya, maka ia pun melakukan tindakan-tindakan yang jahat, licik. Seperti: Saul menombak Daud, Saul memberikan putrinya kepada Daud untuk menjadi umpan, Saul mengejar Daud dengan menyerahkan pasukan Israel yang seharusnya untuk menyerang orang Filistin, Saul membunuh para imam di Nob karena menolong Daud.

Itu sebanya kita harus menanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita karena hal itu akan membuat kita melakukan tindakan-tindakan yang jahat.


3. Kita harus tanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita karena hal itu aka membuat pelayanan dan persembahan kita tidak berarti.

Itu sebabnya Yesus mengatakan: “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu, Mat. 5:23-24.

Apa maksud perkataan Yesus ini? Persembahan, pelayanan, korban, persepuluhan bahkan doa-doa kita tidak ada artinya, kalau hati kita masih menyimpan kebencian, dendam.

Mengapa demikian? Karena kebencian, dendam, iri, dengki adalah lawan dari kasih. Dan dapat dikatakan bahwa persembahan, pelayanan, korban, persepuluhan, doa-doa kecuali doa mohon ampun, walau kita lakukan tetapi jika kita masih menyimpan kebencian dan dendam, ini sama dengan dusta atau kemunafikan, 1 Yoh. 4:20

20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Jadi jangan sampai pelayanan, persembahan, jerih lelah kita dalam Tuhan menjadi sia-sia hanya karena kita menyimpan kebencian, dendam di dalam hati kita.


4. Kita harus tanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita supaya kita menerima pengampunan dari Allah.

Jika ada kebencian dan dendam di dalam hidup kita, maka itu menunjukkan bahwa kita belum mengampuni.

Dan Tuhan Yesus mengatakan, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Mat. 6:14-15).

Jadi tanggalkanlah kebencian dan dendam dari dalam hidup kita

5. Kita harus tanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita supaya kita menerima berkat dari Tuhan.

Kita kembali kepada Yefta. Ketika tua-tua Gilead datang kepada Yefta untuk meminta kesediaan Yefta bersama orang Israel melawan bani Amon, dan Yefta tidak menanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidupnya, maka ia akan kehilangan anugerah Tuhan di dalam hidupnya. Ia tidak akan pernah menjadai kepala bagi kaumnya.

Ketika kita belajar menanggalkan kebencian dan dendam dari dalam kehidupan kita, maka kita akan mengalami pemulihan, berkat-berkat Tuhan akan menjadi bahagian kita

6. Bagaimana kita menanggalkan kebencian dan dendam dari dalam hidup kita? 1 Yoh. 1:9

9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Akuilah bahwa kita telah berdosa dengan menyimpan kebencian dan dendam di dalam hati kita. Mohonlah ampun kepada Allah atas dosa kebencian dan dendam tersebut dan lepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita. Ucapkan terimakasih atas pengampunanNya. Minta kekuatan dari Roh Kudus untuk kita tidak mengalami kebencian dan dendam

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.