Ads Top

PRAJURIT KRISTUS YANG BAIK (2 Tim 2:3-4)

TNI dipilih untuk melakukan tugas-tugas kemiliteran sesuai dengan jenjang kepangkatan masing-masing. Salah satu gambaran hubungan orang Kristen dengan Yesus Kristus yaitu orang Kristen disebut sebagai prajurit sedangkan Tuhan Yesus Kristus digambarkan sebagai Komandan. Firman Tuhan katakan sebagai Prajurit Kristus, kita harus menjadi Prajurit Kristus yang baik.

Pada saat ini kita akan merenungkan bersama mengenai ciri-ciri “Prajurit Kristus yang baik”:


1. Prajurit Kristus yang baik rela menderita dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan kepadanya, 2 Tim. 2:3

Tugas prajurit yaitu masuk dalam dan memenangkan peperangan. Supaya bisa masuk dan memenangkan peperangan, maka ia harus memiliki kondisi fisik yang sehat dan terampil dalam mempergunakan alat-alat perang. Dalam semua proses ini, seorang prajurit harus rela menderita. Demikian juga halnya denga seorang prajurit Kristus.Tugas kita sebagai seorang prajurit Kristus yaitu masuk dalam dan memenangkan peperangan rohani. Ingat, musuh kita Iblis dan pasukannya, bukan sesama kita manusia, Ef. 6:12.

Untuk bisa masuk dan memenangkan peperangan ini, kita harus sehat secara rohani. Bagaimana supaya kita sehat secara rohani? Pertama dan yang terutama yaitu menerima Tuhan Yesus secara pribadi, berdisiplin dalam membaca dan merenungkan serta melakukan FA, berdisiplin dalam berdoa dan hadapi peperangan rohani itu sendiri. Dalam semua proses ini sebagai prajurit Kristus yang baik kita harus rela menderita.

2. Prajurit Kristus yang baik harus melepaskan haknya, 2 Tim. 2:4a

Kristus sendiri telah menjadi teladan terlebih dahulu dalam hal ini. Kristus ketika mau menyelamatkan manusia, Ia, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Ia telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dalam menjadi sama dengan manusia, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib Flp. 2:6-9.

Dan sebagai akibatnya: Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!, Flp. 2:9-11

Seorang tentara harus siap ditempatkan dimana saja dan dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Seolah-olah haknya sudah diambil oleh Negara. Tetapi kewajiban Negara sebagai akibat dari tentara tersebut telah melepaskan haknya yaitu negera membiayai penghidupannya.

Sebagai Prajurit Kristus, jika mau disebut Prajurit Kristus yang baik, maka kita harus belajar terus-menerus untuk melepaskan hak, misalnya hak untuk dianggap lebih utama dari pada orang lain, hak untuk mencari kepentingan diri sendiri, Flp. 2:3,4

Dan sebagai akibatnya maka Kristus sebagai komandan kita bertanggung jawab penuh untuk mewujudkan janji-janjiNya, misalnya: Ia sekali-kali tidak meninggalkan kita, Ibr. 13:5b, Ia pasti memenuhi kebutuhan kita, Flp. 4:19, dan setrusnya.

3. Prajurit Kristus yang baik harus menunjukkan pengabdian penuh kepada komandannya

Dalam hal ini, komandan kita Tuhan Yesus Kristus, 2. Tim. 2:4b. Pengabdian penuh kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus dapat kita tunjukkan dengan cara setia melayani Kristus, melakukan segala perintahnya dengan segenap hati dan kekuatan kita.

Untuk itu kita harus memiliki pola pikir: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” Kol. 3:23. Jika kita memiliki pola pikir seperti Kol. 3:23, maka ketika kita melakukan tugas-tugas kita, kita akan melakukannya seperti kepada Kristus sang Komandan kita.

Kesimpulan:

1. Prajurit Kristus yang baik rela menderita dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan kepadanya, 2 Tim. 2:3
2. Prajurit Kristus yang baik harus melepaskan haknya, 2 Tim. 2:4a
3. Prajurit Kristus yang baik harus menunjukkan pengabdian penuh kepada komandannya

Khotbah Gembala Sidang GSJA KEMULIAAN (Pdt. Dias Pora Padang, M.Th) di Kebaktian Umum Pagi & Malam, Minggu, 26 pebruari 2012

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.