Ads Top

DOA YANG BERKUASA (THE POWER OF PRAYER) | Yohanes 15:1-8

Jika kita belajar Alkitab kita akan menemukan banyak contoh mengenai kuasa doa, contohnya:

(1) Eliezer, hamba Abraham berdoa supaya Tuhan menuntunnya untuk mendapatkan jodoh bagi Ishak dan Tuhan menjawab doanya, Tuhan memberikan Ribka kepada Ishak, Kej. 24.

(2) Ketika bangsa Israel ditindas di Mesir, mereka berseru-seru minta tolong supaya dibebaskan dari perbudakan oleh bangsa Mesir, dan Tuhan menjawab doa mereka dengan memberikan Musa, Kel. 2:23-25.

(3) Ketika Petrus dipenjara dan siap menunggu untuk dibunuh oleh Herodes seperti yang telah dilakukan kepada Yakobus, jemaat berdoa dan Petrus dengan cara Tuhan keluar dari penjara dan tidak jadi dibunuh, Kis. 12:5.

(4) Ketika Paulus dan Silas dipenjara mereka berdoa dan akhirnya Tuhan membebaskan mereka dari penjara, Kis. 16:25-26

Setiap orang Kristen pasti tahu bahwa ada kuasa dalam doa, tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana supaya hal itu nyata di dalam kehidupan kita.

Berdasarkan pembacaan kita di dalam Yoh. 15:1-8, jika kita ingin supaya doa kita berkuasa maka doa kita harus berjalan bergandengan (tidak dapat dipisahkan) dengan Firman Tuhan.

Sekarang kita akan belajar bersama mengapa doa harus berjalan bergandengan atau tidak dapat dipisahkan:


1. Jika Alkitab (Firman Allah) tinggal di dalam kita, maka doa kita akan selaras dengan kehendak Allah dan sudah pasti doa kita dijawab, Yoh. 15:7

Di dalam Yohanes 15:1-8 Yesus mengatakan bahwa diri-Nya berdiam di dalam diri orang percaya. Selanjutnya perkataan Yesus berubah dari diri-Nya berdiam di dalam diri orang percaya, menjadi Firman-Nya yang diam di dalam diri orang percaya.

Pengembangan pikiran ini memberi terang yang sangat berarti mengenai hubungan antara Alkitab dengan doa. Jika firman Kristus yang ada di dalam Alkitab tinggal di dalam hati kita dan kita percaya serta menyerah kepada kebenaran kata-kata Tuhan Yesus yang terdapat di dalam Alkitab maka sudah pasti kehendak serta permintaan kita sejalan dengan kehendak Allah dan dengan demikian kita tahu bahwa doa-doa kita dijawab oleh Tuhan, Yoh. 15:7

Salah satu alasan mengapa doa kita tidak berhasil atau jawabannya adalah “tidak” dari Bapa sorgawi kita karena doa kita bertentangan dengan kehendak Bapa Sorgawi kita. Jadi baca FA, teliti FA, renungkan FA shingga kita berdoa sesuai Firman Allah.

2. Jika kehidupan doa kita dibentuk Firman Allah maka kita dapat berdoa dengan keyakinan, 1 Yoh. 5:14-15.

Kita berdoa dengan keyakinan karena doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan, doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan kerena Firman Allah ada didalam hati kita.

Itulah alasannya mengapa Paulus mengatakan “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,…Kol. 3:16.

Supaya “Perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya” berarti kita harus membiarkan hidup kita dikuasai oleh Firman Tuhan

Supaya “Perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya” maka kita harus membaca, menghafal, dan merenungkan Firman Tuhan dari sehari ke sehari di dalam kehidupan kita.

Jika “Perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya” di dalam kehidupan kita maka ketika kita berdoa, doa kita dibentuk oleh Firman Allah sehingga kita berdoa dengan keyakinan. Artinya – kita dapat mengubah janji Tuhan di dalam Alkitab menjadi doa kita dan membawanya di hadapan tahta kemuliaan,

Selain itu “Perkataan Kristus yang diam dengan segala kekayaannya” di dalam hati kita akan dipakai oleh Roh Kudus untuk membimbing kita dalam jalan kebenaran.

3. Jika kita mengabaikan Alkitab maka doa kita merupakan kejijikan dihadapan Tuhan, Ams.28:9

Melalui Alkitab dan doalah, persekutuan kita dengan Allah terpelihara. Jika kita dengan sengaja melalaikan dan tidak mentaati Firman Allah, maka doa kita yang seharusnya berkenan kepada Allah, sebaliknya akan menjadi suatu kebencian bagi-Nya.

Kita tidak dapat mengharapkan Allah akan menjawab doa kita, jika, sementara kita berseru kepada-Nya, kita menolak untuk mendengar Dia memanggil kita melalui Firman-Nya.

Alasan mengapa Tuhan tidak menjawab seruan/doa Israel karena mereka mengabaikan Firman Tuhan, Zak. 7:12-13

Hal yang sama dikatakan oleh Raja Salomo, jika kita tidak mendengan Firman Allah, maka Allah juga tidak mendengar doa kita, Ams. 1:24-25,28-30

Jadi Firman Allah sangat penting untuk kehidupan doa kita.

4. Melalui Alkitab kita belajar mengenai apa yang Allah ingin kita lakukan dan kemudian menjadikannya sebagai doa kita dihadapan Allah

Allah ingin kita merenungkan Firman-Nya dengan bergairah/bersukacita, Mz. 1:2. Allah ingin kita tidak melanggar Firman-Nya melainkan menyimpannya di dalam sanubari kita, Ayb. 23:12. Dan masih banyak lagi yang kita dapat mengetahui mengenai keinginan Tuhan bagi kita, kemudian kita bisa menjadikannya sebagai doa kita dihadapan hadirat-Nya.

Daud adalah seorang yang mengetahui keinginan Allah bagi kehidupannya dan kemudian ia menjadikannya menjadi seruan atau doa dihadapan Allah. Daud tidak mau mengalami pengalaman Raja Saul yang menjauhkan Firman Allah dan doa dari kehidupannya sebagai akibatnya Tuhan membunuh Saul, 1 Taw. 10:13-14.

Jadi marilah kita terus mengembangkan cinta dan suka pada Firman Allah/Alkitab sehingga doa-doa kita semakin diberkati oleh Tuhan.


Kesimpulan:

Jadi sangat benarlah apa yang dikatakan Tuhan Yesus: “Jikalau Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.” Janji ini mengingatkan kita bahwa doa yang berkuasa adalah doa yang harus sesuai dengan Firman Allah

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.