Ads Top

DALAM BIDANG APA SAJAKAH ALLAH MAU MEMBERKATI KITA? (Ul. 28: 3)

Semua orang ingin diberkati dalam hidupnya. Tidak seorang pun akan menolak berkat yang bersumber dari Allah. Yohanes berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Joh. 10: 10). Ini menjelaskan bahwa Tuhan ingin agar semua yang percaya diberkati dengan limpahNya. Dia tidak ingin manusia itu menderita, mengalami kesusahan dan miskin.


Tujuan hidup berkelimpahan dan Tuhan memberkati seseorang supaya namaNya dimuliakan dan agar seluruh bumi melihat kemuliaanNya. Keselamatan yang Kristus berikan bagi kita tidak saja hidup kekal di surga, tapi juga kesembuhan dari tubuh, kedamaian bagi jiwa dan kebebasan bagi roh serta hidup berkelimpahan.
Tujuan hidup berkelimpahan juga untuk menjadi suatu kesaksian bagi kemuliaan Allah. Allah mau supaya dunia tahu bahwa Ia, Allah yang baik yang selalu memberkati umatNya dan juga agar orang kafir dapat melihat bahwa Allah dapat melakukan perkara-perkara besar yang dapat dilihat oleh segala bangsa. Allah juga ingin agar kita dapat menolong orang lain dan memperluas pekerjaan Tuhan.

Melalui ayat di atas, kita timbul pertanyaan; dalam bidang apa saja Allah mau memberkati kita? Itulah yang perlu dijawab setiap orang percaya supaya ia tahu bagaimana memiliki berkat Tuhan dalam hidupnya.

I. ALLAH MAU MEMBERKATI KARIR DAN USAHA KITA

Allah berjanji untuk memberkati kita, “Tuhan akan memerintahkan berkat atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu. Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan Allahmu” (Ul. 28: 8)

Allah mau kita sukses seperti pohon ditanam di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak layu daunnya dan apa yang diperbuatnya selalu berhasil. Ia akan meluruskan segala jalan kita.
FirmanNya berkata, “Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam dia, ia berbuat banyak, sebab di luar aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Joh. 15: 5/b)


II. ALLAH MAU MEMBERKATI ANAK-ANAK KITA DAN TERNAK KITA

Ia berjanji memberkati anak-anak kita, “Diberkatilah buah kandunganmu hasil bumimu dan hasil ternakmu yaitu anak lembu-sapimu dan kandungan kambing-dombamu” (Ul. 28: 4).

“Mendapat anak itu berkat Tuhan. Sesungguhnya anak-anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan dan buah kandunganmu suatu upah” (Maz. 127: 3).


III. ALLAH MAU MEMBERKATI TEMPAT TINGGAL KITA

Tuhan mau memberkati rumah tempat tinggal kita. “Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang” (Ul. 28: 3). Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulak tidak akan mendekat ke kemahmu, sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu” (Maz. 91: 10-11).

Memiliki sebuah rumah yang baik adalah berkat Tuhan. …. Jawab Yesus, pergilah ke kota kepada si anu dan katakan kepadanya: pesan guru, waktuKu hampir tiba, di dalam rumahmulah aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-muridKu” (Mat. 26: 18).

IV. ALLAH MAU MEMBERKATI ALAT RUMAH TANGGA KITA

Ul. 28: 5, “Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu”.
Segala peralatan di dalam rumah tangga seharusnyalah diperlengkapi sebagai satu rumah tangga yang ideal, itupun tidak luput dari perhatian Tuhan sebagai sarana untuk memperlengkapi keharmonisan dalam kelangsungan berumahtangga. Semuanya itu untuk menunjukkan bahwa keluarga itu adalah dalam lindungan dan perhatian Tuhan.

V. ALLAH MAU MEMBERKATI KITA DI MANA DAN KE MANA PUN KITA PERGI

Ul. 38: 6, “Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar”.

Perjalanan hidup ini tidak lepas dari jangkauan Tuhan. Di kala kita duduk, di kala kita bediri, sedang bekerja di kantor dan di ladang termasuk dalam sedang tidur pun ada dalam genggaman Tuhan. Tanpa Tuhan, perjalanan pun tidak dapat diramal, namun dengan iman yang tegak, kita tetap dalam kendali Tuhan.

VI. ALLAH MAU MEMBERKATI NEGARA DAN BANGSA DI MANA PUN KITA MENJADI WARGA NEGARANYA

Diberkati secara ekonomi:
Ul. 28: 12, “Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaanNya yang melimpah, yaitu langit untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman”.

Menetapkan dan memberi kuasa untuk memerintah
Ul. 28: 10, “Maka segala bangsa di bumi akan melihat bahwa nama Tuhan telah disebut atasmu dan mereka akan takut keapdamu”. Bangsa dan negara berdiri atas kuasanya dan tak satupun dapat melakukan sendiri tanpa ada kuasa Tuhan di atasnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.