Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Hot Todays

Senin, 28 Februari 2011

KEBAIKAN SELALU MENANG

GSJA KEMULIAAN. Tak selamanya sesuatu yang baik itu mendapatkan dukungan, selalu ada cacian, kritikan, celaan. Namun demikian, tetaplah maju karena sesuatu yang baik akan selalu menjadi pemenang. Sebab jika kita menabur kebaikan maka kita akan menuai kebaikan.

Minggu, 13 Februari 2011

Jesus: Will you be My Valentine?

Like many holidays, Valentine’s Day is arrayed with a myriad of stories and legends.*  Several St. Valentines did live in the early centuries of the church. One set of stories tells of Valentine’s arrest under the Roman Emperor Claudius who tried to persuade Valentine to renounce Christianity and take up Roman pagan religion. Valentine did not obey and, in fact, tried to convince the Emperor to become a Christian. Claudius was upset by Valentine’s refusal to retract his faith in Jesus and had Valentine jailed and killed.

Where does romantic love come in? Another slant on the Valentine-Claudius story is that Claudius wanted an army of single men, thinking that single men made better soldiers. The priest, Valentine, performed secret weddings for the young men who wanted to have wives. Claudius heard about these clandestine weddings and had Valentine arrested. While in jail, he healed the jailor’s daughter. As the story goes, on the eve of his execution Valentine wrote a “valentine” to his beloved, believed to be the young lady he healed. He wrote, “From your Valentine.”

As you can guess, stories like this snowball through history growing larger and more elaborate. Chaucer mentions Valentine’s Day as does Ophelia in Hamlet (Shakespeare).
In 1797 a British publisher began to publish verse for young men to give or read to their sweethearts. In the U.S.A., Esther Howland of Worchester, Massachusetts in 1847 began publishing lacey, decorated cards to be given on Valentine’s Day. Now only Christmas cards beat out the billions of Valentine’s Day cards bought and given sent each year.

If a kernel of truth is in the legend behind St. Valentine’s Day, we, as followers of Jesus, rejoice that St. Valentine did not surrender his faith as Emperor Claudius required. Instead, Valentine stayed courageously true, even trying to convince Claudius to become a Christian. For all its association with romantic love—with red roses and dark chocolates and sometimes profound, sometimes cheesy poetry—behind Valentine’s Day is a deep, committed love to Jesus Christ. God’s amazing love for us through his Son, Jesus Christ, gives meaning and endurance to any and all other loves in our lives.  This year in the flurry of over a billion Valentine’s Day cards, don’t forget the saint who refused to buckle to imperial power. At the cost of his life, he gave us St. Valentine’s Day. He laid down his life for Jesus. From the cross, Jesus asks, “Will you be my Valentine?”


Source: http://www.jesustheradicalpastor.com/behind-valentines-day-is-devotion-to-jesus

Everyday Is Valentine

Seperti yang teman-teman ketahui bahwa pada tgl 14 Februari begitu banyak orang merayakan Valentine Day. Mereka yang merayakan, meramaikan suasana valentine dengan berbagai cara, mulai dari ada yang mengirimkan bunga untuk orang yang paling dicintai, orang yang dikagumi, idolanya dan lain-lain, ada juga yang membagi-bagikan coklat, atau adapun yang hanya saling berkirim pesan, kartu ucapan, dan berbagai bentuk lainnya baik itu melalui SMS, email, facebook, friendster, dll. Yah.. semua itu adalah sukacita di hari valentine.

Awal mulanya saya memilih topik ini adalah karena saya melihat ada beberapa teman-teman yang seiman yang tidak merayakan valentine, sementara yang lain merayakan. Kemudian beberapa pertanyaan sederhana muncul di benak saya, yaitu yang pertama apakah saya mau ikut merayakan valentine atau melewatkan begitu saja hari valentine yang indah ini. Kedua, jika saya ikut merayakan, bagaimana dengan teman-teman saya yang tidak merayakan, apakah saya akan mengucapkan ‘happy valentine’ juga untuk mereka semua. Ketiga, apa sih makna valentine sebenarnya, mengapa ada yang merayakan dan ada yang tidak merayakan, apakah valentine hanya dirayakan oleh mereka yang sudah mempunyai pasangan saja. Sungguh pertanyaan-pertanyaan ini menggema di pikiran saya.

Well, terlepas dari pertanyaan-pertanyaan tsb di atas, saya ingin mencoba mengkaitkannya dgn kekristenan dimana dalam hal ini saya mencari jawabannya secara alkitabiah. Sebagai acuan yang pertama marilah kita melihat kutipan dari 1 Yohanes 4:7-12. Demikianlah Firman Allah berbunyi:

    4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
    4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
    4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
    4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Seperti yang bisa kita baca bersama, dalam ayat 7 berbunyi “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah”. Disini tertulis perintah Allah bahwa sebagai orang yang lahir dari Allah dan mengenal Allah marilah kita mengasihi sesama kita karena kasih itu sendiri berasal dari Allah. Pada ayat selanjutnya tersirat penekanan bahwa hendaklah kita saling mengasihi karena orang yang tidak mengasihi adalah orang yang tidak mengenal Allah karena Allah adalah kasih. Kemudian pada ayat 11 dan 12 ditekankan kembali bahwa sebagai orang yang dikasihi Allah maka kita pun harus saling mengasihi karena walaupun tidak seorang pun di antara kita yang pernah melihat Allah tetapi jika kita saling mengasihi maka Allah tetap di dalam kita dan Kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Kalau boleh saya simpulkan maka sesuai dengan ayat-ayat tersebut di atas maka seharusnya setiap hari kita merayakan valentine, atau istilah bekennya Everyday Is Valentine.. Jadi kita harus mengasihi sesama kita setiap hari sebagaimana Allah mengasihi kita setiap hari. Nah terlepas dari itu, valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari boleh dikatakan adalah perayaan puncak dari valentine yang selayaknya kita rayakan setiap hari, hari demi hari, bersama orang yang kita kasihi dan sesama kita.

Sebagai tambahan ada lagi satu kutipan alkitab yang boleh kita baca, dari 1 Korintus 13:1-8.
Meskipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.



Sumber: truechristianityvalues.blogspot.com

Kisah Dibalik Valentine’s Day


Valenine's Day dilatarbelakangi oleh kisah seorang pastor bernama Valentine yang tinggal dekat Roma. Saat itu banyak orang Kristen di Roma yang dijebloskan ke dalam penjara oleh Kaisar Roma karena menolak menyembah dewa-dewa Roma. Valentine akhirnya ditangkap karena dia sering menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara.

Saat Valentine dihadapkan pada sidang pengadilan dia justru memanfaatkan waktu itu untuk bersaksi bahwa dewa-dewa yang disembah oleh orang-orang Roma bukanlah Tuhan yang benar. Tuhan yang benar adalah Dia yang dipanggil Bapa oleh Yesus Kristus. Dan akibatnya, Valentine harus membayar mahal kesaksian itu, yaitu dijebloskan ke dalam penjara. Sekalipun dalam penjara, Valentine tetap melanjutkan pelayanannya. Dia terus bersaksi tentang Tuhan bahkan kepada para penjaga penjara.

Diceritakan bahwa salah satu penjaga penjara telah mengadopsi seorang anak perempuan yang buta. Dibawanya anak perempuan yang buta itu kepada Valentine untuk membuktikan apakah Tuhan yang disembah Valentine benar-benar Tuhan yang berkuasa. Tuhan menjawab doa Valentine dengan menyembuhkan penglihatan anak perempuan tsb., dan karena peristiwa itu, penjaga penjara dan seluruh keluarganya (46 orang) menjadi percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptiskan.

Selanjutnya, Valentine terus melayani Tuhan dan bersaksi tentang Kristus sekalipun dia dipenjara. Valentine tahu benar akibat dan resiko yang harus ditanggung jika dia terus bersaksi tentang Kristus. Tetapi dia terus melakukannya, karena kasihnya pada Tuhan dan belas kasihnya pada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Dia terus menyebarkan kabar baik pada orang-orang disekelilingnya dan terus membantu orang-orang Kristen melepaskan diri dari penjara sekalipun "hukuman mati" menantinya.

Firman Tuhan berkata: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Allah menunjukkan kasih karuniaNnya yang terbesar dengan kematian Kristus untuk menebus dosa manusia.

Valentine dicatat sebagai tokoh yang telah menyatakan kasihNya pada Allah dan orang-orang Kristen yang ada di penjara Roma yang masih terhilang dan untuk itu ia rela menanggung penderitaan yang besar.

Sejarah hidup Valentine ini akhirnya dikenang dan dirayakan sebagai hari Valentine untuk mengingat bahwa kita harus tetap setia dan mengasihi Allah walau banyak penghalang yang bisa mengancam kita misalnya: pekerjaan, harta, jabatan, status sosial, pacar, penderitaan dan masih banyak lagi. Sekalipun harga yang harus dibayar karena mengasihi Allah itu sangat mahal, namun ingat, Kristus telah membayar hidup kita dengan darahNya yang jauh lebih mahal.

Kisah dibalik Valentine’s Day: kasihilah Tuhan dengan segenap jiwa ragamu dan selamatkan jiwa yang terhilang.

Disadur dari: http://www.sabda.org/publikasi/icw/096/

Advertisements

Advertisements