Ads Top

HARAPAN YANG MENJADI KENYATAAN

HARAPAN YANG MENJADI KENYATAAN, YOHANES 5:1-9

Setiap orang pastilah memiliki harapan-harapan di dalam hidupnya. Misalnya:
orang tua berharap supaya anak-anaknya berhasil,
seorang pengusaha berharap supaya usahanya maju dan berkembang, seorang karyawan berharap supaya ia mendapatkan promosi dan gajinya naik, seorang pelajar berharap supaya ia bukan saja naik kelas atau lulus tetapi berharap supaya ia juara, seorang PNS berharap supaya ia jabatan, seorang yang sakit berharap supaya ia sembuh, seorang gembala sidang berharap penggembalaannya maju dan berkembang, seorang pemuda/I berharap untuk mendapatkan pasangan yang sepadan, dsb.



Dalam pembacaan ini kita melihat seorang yang telah sakit selama 38 thn sedang berbaring di salah satu serambi kolam Betesda dan berharap untuk sembuh dan singkat ceritra apa yang ia harapkan menjadi kenyataan.

Melalui kisah “penyembuhan pada hari sabat di kolam Betesda” kita akan belajar bagaimana supaya harapan menjadi kenyataan:

1. Harus terus berharap,


Walau telah sakit 38 tahun dan telah lama berada di serambi kolam Betesda tersebut tetapi ia tidak pernah beranjak dan pergi dari sana, ay. 5-6

Ini menjelaskan bahwa ia terus berharap walau ia tidak tahu sampai kapan harapannya itu menjadi kenyataan.
Kita harus belajar demikian; jika kita mau harapan kita menjadi kenyataan maka kita harus terus berharap kepada Tuhan, jangan pernah menyerah karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Yesus memberikan contoh melalui perumpamaan mengenai sikap yang terus berharap sampai harapannya menjadi kenyataan itulah melalui perumpamaan mengenai hakim yang tidak benar.

Yesus mengatakan supaya kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu sampai doanya atau harapannya menjadi kenyataan tetapi kadang-kadang beberapa orang percaya menjadi berhenti untuk berdoa/berharap, Luk. 18:1-8

Jadi sikap terus berharap ini diwujudkan dengan tekun berdoa, tidak jemu-jemu berdoa, terus meminta, terus mencari dan terus mengetuk pintu

2. Jangan pasrah pada keadaan, ay. 7

Walau orang sakit ini tau atau sadar bahwa tidak ada orang yang menurunkan dia ke dalam kolam apabila air dalam kolam itu sudah mulai goncang, tetapi ia tidak meninggalkan serambi kolam Betesta tersebut. Dan itu sudah terjadi berkali-kali, dia tidak pernah berhenti untuk berusaha dan pada akhirnya harapannya menjadi kenyataan walaupun bukan dengan cara yang ia pikirkan.

Jika kita ingin supaya harapan kita menjadi kenyataan, jangan pernah pasrah kepada keadaan. Terus lakukan sesuatu sehingga harapan kita menjadi kenyataan.

Contoh: walau Abraham tau bahwa rahim Sara telah tertutup dan secara logika tidak mungkin lagi memiliki keturunan, tetapi Abraham tetap “menghampiri” Sara. Sikap ini disebut sebagai sikap yang tidak pasrah pada keadaan.

Beberapa orang walau memiliki harapan-harapan di dalam hidupnya, tetapi kemudian ia menjadi pasrah terhadap keadaan. Ini tidak boleh terjadi pada hidup kita.


3. Terus kembangkan sikap bersyukur walau harapan kita belum menjadi kenyataan.


Ketika harapan kita belum menjadi kenyataan sebenarnya itu sarana pelatihan bagi kita untuk mengembangkan ucapan syukur kepada Allah.

Sebenarnya Allah lebih tertarik pada karakter kita daripada harapan kita yang menjadi kenyataan. Dapat dikatakan  bahwa harapan yang menjadi kenyataan merupakan buah dari karakter yang telah terbentuk di dalam diri kita, seperti karakter bertekun, bersabar dll.

Di dalam ay. 6 dijelaskan bahwa Yesus tahu bahwa orang itu telah lama dalam keadaan sakit.
Dan ini menjelaskan kepada kita bahwa Yesus tahu keadaan kita dan harapan-harapan kita. Belum diwujudkannya harapan kita walau pun mungkin kita sudah lama berharap, bukan berarti Allah tidak mengetahui dan tidak  peduli keadaan dan harapan kita.

Salah satu alasannya mengapa harapan kita belum menjadi kenyataan ialah supaya kita mengembangkan sikap bersyukur kepada Allah dalam segala hal, mengapa? Karena Allah senang kalau kita mengembangkan sikap bersyukur kepada-Nya, 1 Tes. 5:18

Sikap bersyukur kepada Allah berarti percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu utk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan kita, Rm. 8:28, sikap bersyukur juga merupakan bukti penyerahan hidup kita kepada Dia.

4. Menyadari bahwa kadang-kadang Allah mewujudkan harapan kita dengan cara yang berbeda dari yang kita pikirkan.


Orang yang sakit itu berpikir bahwa ia akan sembuh seperti yang ia pikirkan yaitu ketika malaikat Tuhan turun ke kolam itu dan menggoncangkan air dan berharap ialah yang pertama kali turun ke dalam kolam itu.
Tetapi setiap kali hal itu terjadi ia tidak pernah terlebih dahulu turun ke dalam kolam itu karena orang lain telah mendahuluinya akibatnya harapannya untuk menjadi sembuh belum menjadi kenyataan.

Dan ketika Yesus datang, Yesus menawarkan kesembuhan dan itu merupakan harapannya dengan cara yang berbeda. Yesus mengatakan: “Bangunlah, angkatlah tilammu, dan berjalanlah.” Suatu cara yang sangat berbeda dari yang dipikirkan oleh orang yang sakit itu.

Kadang-kadang kita begitu terpaku dengan kebiasaan-kebiasaan yang telah berurat akar di dalam pikiran, kehidupan dan budaya kita sehingga hal itu bisa menghambat kita untuk melihat harapan kia menjadi kenyataan. Kita harus waspada dengan hal ini.

5. Bertindak dengan iman.


Ketika Yesus mengatakan kepada orang sakit itu: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah” dan orang sakit itu melakukan seperti yang Tuhan Yesus katakana, hasilnya, harapannya menjadi kenyataan, ia menjadi sembuh sehingga ia bisa berjalan.

Demikian juga kita, jika kita ingin supaya harapan kita menjadi kenyataan kita harus belajar untuk bertindak seperti yang Firman Tuhan katakan.

Kesimpulan:

Jadi bagaimana supaya harapan menjadi kenyataan?  Supaya  harapan menjadi kenyataan kita harus:

  1. Bertindak dengan iman.
  2. Menyadari bahwa kadang-kadang Allah mewujudkan harapan kita dengan cara yang berbeda dari yang kita pikirkan.
  3. Terus kembangkan sikap bersyukur walau harapan kita belum menjadi kenyataan.
  4. Jangan pasrah pada keadaan
  5. Harus terus berharap
Marilah kita terus berharap kepada Tuhan Yesus karena Dia lah yang menjadikan harapan kita menjadi kenyataan.


Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang, M.Th di Kebaktian Raya GSJA KEMULIAAN pada hari  Minggu, 17 Juli 2011



2 komentar:

  1. Saya setuju dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini sepenuhnya dan kelima hal yang telah dijelaskan dalam artikel ini harus senantiasa menjadi gaya hidup kita agar nama Yesus senantiasa ditinggikan bagi kemuliaan Allah Bapa kita. -Tjan Dedi Mulyadi

    BalasHapus
  2. assalamuamlaikum ijin kopi gambar,a awfan

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.