Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Sabtu, 08 Januari 2011

MENJADI ORANG YANG BAIK DAN PENUH KEBAIKAN

Do you want to share?

Do you like this story?

Terdapat sedikit kesamaan antara kebaikan dan murah hati. Dalam kebaikan ada aspek murah hati, tapi kebaikan tidak selalu berupa memberi barang atau sesuatu hal.

Amsal 12:14: Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

Kalau kemurahan hati selalu berupa memberi barang/uang sesuatu hal, kebaikan bisa berupa perkataan yang baik, melakukan sesuatu hal yang positif untuk orang lain, atau juga memberi sesuatu. Jadi, kebaikan atau baik hati tidak selalu berupa pemberian barang atau sesuatu hal.

Bagaimana cara untuk menjadi orang yang baik dan penuh kebaikan?

1. Cara pertama untuk menjadi orang yang penuh kebaikan: mengerti firman Tuhan.


Amsal 16:20: Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Firman merupakan kunci hikmat. Dengan hikmat kita akan tahu dengan persis 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, dan How) untuk berbuat baik:

- What: Perbuatan/perkataan baik apa yang perlu kita lakukan/katakan.
- When: Saat yang tepat bagi kita berbuat baik,
- Where: Tempat yang tepat untuk berbuat baik.
- Who: Orang yang kepadanya kita harus berbuat baik,
- Why: Alasan kita berbuat baik.
- How: Cara kita berbuat baik.

Kadang-kadang berniat baik, berkata baik, berbuat baik saja tidak cukup. Mengapa demikian? Tanpa hikmat seringkali perbuatan/perkataan/niat baik kita menjadi salah sasaran dan sia-sia, malah menjadi bumerang bagi kita sendiri.

Tapi ingat selalu: alasan kita berbuat baik karena memang itu adalah panggilan kita dan karena kita ingin menyenangkan hati Tuhan. Cara pertama untuk menjadi orang yang penuh kebaikan: mengerti firman Tuhan.

2. Cara kedua untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tetap tinggal dalam Tuhan dan terang-Nya

Efesus 5:9: karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

Terang hanya akan berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Bila kita tidak tinggal dalam terang Tuhan, maka akan sulit bagi kita berbuah kebaikan. Mungkin kita bisa berbuat baik/berkata-kata baik, tetapi bila kita tidak tinggal dalam terang Tuhan, maka kebaikan yang kita lakukan biasanya adalah kebaikan yang semu.

Setiap orang bisa melakukan kebaikan, namun ingat yang terpenting: hati kita. Motivasi kita selalu terletak di hati kita. Coba cek hal ini: apakah kita sudah tulus berbuat baik? Apakah kita sudah tanpa pamrih berkata-kata baik? Atau ada udang di balik bakwan? Laughing

Apalagi Tuhan adalah sumber dari segala yang baik. Jadi cara kedua untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tetap tinggal dalam Tuhan dan terang-Nya.

3. Cara ketiga untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah dengan melatih kepekaan dan refleks untuk berbuat baik.

Amsal 3:27: Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Bila kita telah menggunakan hikmat dan tetap tinggal dalam Tuhan dan terang-Nya, saat kita bertemu dengan orang yang butuh pertolongan kita, jangan menundanya. Hal-hal yang terjadi dalam hidup kita tidak terjadi dengan kebetulan tetapi merupakan rancangan Tuhan bagi kita. Kadang-kadang hal spontan yang terjadi dalam hidup kita merupakan campur tangan Tuhan. Di sini memang diperlukan gabungan antara hikmat, terang-Nya, kepekaan, dan refleks untuk berbuat baik.

Kesemuanya itu memang merupakan proses yang tidak sekali jalan tapi merupakan proses yang harus diikuti dan dilatih. Jadi cara ketiga untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah dengan melatih kepekaan dan refleks untuk berbuat baik.

4. Cara keempat untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tekun berbuat baik.

1 Timotius 5:25: Demikianpun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.

Perbuatan baik yang memang keluar dari hati yang tulus akan terlihat bersinar, walaupun disalahpahami atau ditolak. Jadi jangan jemu untuk berbuat baik.

Galatia 6:9: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Tidak jemu berbuat baik bicara tentang ketekunan. Jadi cara keempat untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tekun berbuat baik.

Mari kita berusaha untuk menjadi orang yang penuh kebaikan.

Amin.


Sumber:
http://www.gkpb.net

YOU MIGHT ALSO LIKE

1 Comments:

Anonim mengatakan...

saya sangat diberkati dengan GSJA

Poskan Komentar

Silahkan Meninggalkan Komentar Anda.
Kami akan menghapus komentar yang bersifat spam, jorok, kasar, pornografi, dll.

Advertisements

Advertisements