Ads Top

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA

Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang, M.Th dalam Kebaktian Raya Pagi, Minggu 02 Mei 2010

YOHANES 20:24-29


Dalam nats ini dikisahkan mengenai Tomas salah seorang dari murid Tuhan Yesus yang tidak percaya terhadap berita bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.


Tomas mengatakan bahwa “sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku di dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak percaya, ay.25b.” Perkataan ini diungkapkan oleh Tomas pada waktu Yesus tidak ada di situ.
 

Ketika murid-murid Tuhan Yesus berkumpul di dalam rumah dan pintu-pintu terkunci Yesus menampakkan diri kembali kepada murid-murid-Nya. Pada waktu itu Tomas ada di situ dan walaupun ketika Tomas mengungkapkan ketidakpercayaannya tentang kebangkitan Yesus kepada rekan-rekannya, Tuhan Yesus tidak ada di situ, Yesus langsung menjawab Tomas dengan mengatakan “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah, ay. 27.”
 

Ketika Tomas telah melihat Yesus barulah kemudian ia percaya dan kemudian Yesus mengatakan “karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Mengapa Yesus mengatakan: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya?” I.    Karena walau belum melihat namun percaya – menyenangkan hati Tuhan Yesus.
 

Walau Tuhan menjawab permintaan Tomas sehingga Tomas menjadi percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati, tetapi Yesus mengatakan: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” 

Dari pernyataan Tuhan Yesus ini dapat dilihat dua level atau dua tingkat percaya.  
Pertama, percaya setelah melihat dan  
kedua, percaya walau belum melihat.
 

Ternyata level percaya walau belum melihat lebih menyenangkan hati Tuhan Yesus itu sebabnya Tuhan mengaruniakan kepada mereka kehidupan yang berbahagia dan  Level percaya seperti Tomas kurang menyenangkan Tuhan Yesus

II.    Karena percaya walau tidak melihat merupakan pintu masuk menjadi orang Kristen, Rm. 10:9-10
 

Sesungguhnya semua yang dikatakan oleh Alkitab, kita belum pernah lihat: 
kita tidak pernah melihat Allah, 
kita tidak melihat Allah pada waktu menciptakan langit dan bumi, 
kita tidak melihat Adam dan Hawa, 
kita tidak melihat Taman Eden, 
kita tidak melihat semua peristiwa yang di alami oleh bangsa Israel, 
kita tidak melihat para penulis Alkitab, 
kita tidak pernah melihat Yesus melakukan mukjizat, 
kita tidak pernah melihat Yesus disalibkan- mati – dikuburkan - bangkit – dari antara orang mati, 
bahkan kita belum pernah melihat sorga.
Terhadap semua ini jika kita tidak percaya maka kita bukanlah orang Kristen melainkan orang ATHEIS – orang yang tidak percaya bahwa Allah itu ada.
 

Tetapi walau kita tidak melihat semua itu namun kita percaya sehingga kita menjadi orang yang disebut percaya kepada Allah dan karya-Nya yang telah menciptakan alam semesta, menyelamatkan manusia dari lumpur dosa dan akibatnya serta memberikan kehidupan yang kekal. Itu sebabnya Yesus mengatakan: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.”

III.    Karena walau belum melihat namun percaya merupakan ciri khas kehidupan orang percaya yang dewasa di dalam Tuhan.


Yang membedakan orang percaya yang dewasa di dalam Tuhan dengan orang yang kanak-kanak secara rohani dan orang dunia yaitu dalam hal percayanya. Orang yang melihat baru percaya adalah orang yang dewasa di dalam Tuhan dan orang yang melihat baru percaya adalah kanak-kanak secara rohani
 

Contoh-contoh dalam alkitab: 
  1. Walau Nuh belum melihat bahwa air bah akan turun  tetapi ia percaya akan hal itu sehingga tatkala Allah menyuruh Nuh membuat bahtera Nuh melakukannya, Ibr. 11:7
     
  2. Walau belum melihat tetapi Abram percaya bahwa Tuhan akan membimbing dia untuk tiba ke suatu negeri yang Tuhan akan tunjukkan kepada Abram sesuai dengan firman Tuhan, Kej. 12:1,4
     
  3. Walau sudah tua, Abraham dan Sara percaya terhadap Firman Tuhan yang mengatakan bahwa mereka akan memiliki keturunan, Ibr. 11:11-12
     
  4. Para rasul dan semua murid Tuhan Yesus walau belum melihat sorga tetapi percaya bahwa sorga ada seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, itu sebabnya orang percaya rela berkorban demi keyakinan ini. 
  5. Paulus mengatakan bahwa sebagai pengikut Kristus yang dewasa dan setia, kita hidup bukan karena melihat tetapi karna percaya, 2 Kor. 5:7
IV.    Karena orang yang percaya walau belum melihatlah yang mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan
 

Abraham adalah orang mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan karena ia telah terlebih dahulu percaya walau belum melihat.

Ketidakpercayaan orang-orang Nazaret terhadap Yesuslah yang mengakibatkan Yesus tidak mengadakan banyak mujizat di Nazaret, Mat. 13:53-58


Jadi marilah kita mempercayai dan mentaati setiap Firman Tuhan karena dengan demikian kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan di dalam kehidupan kita.

Kesimpulan:


Jadi Yesus mengatakan bahwa Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya:
1. Karena walau belum melihat namun percaya – menyenangkan hati Tuhan Yesus.
2. Karena percaya walau tidak melihat merupakan pintu masuk menjadi orang Kristen
3. Karena walau belum melihat namun percaya merupakan ciri khas kehidupan orang percaya yang dewasa di dalam Tuhan.
4. Karena orang yang percaya walau belum melihatlah yang mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA.

HALELUYA...!!!

3 komentar:

  1. kotbahnya (artikel) saya minta ya...

    BalasHapus
  2. Shering ah dikit !? Percaca Walaupun tidak melihat hal ini sebetulnya sudah di lakukan oleh manusia sebagai Umat percaya, sbg contoh, Manusia Belum ada yag pernah melihat Allah. tapi semua manusia percaya bahwa Allah itu ada dan maha Segalanya. maka karena itu kita sebagai Pengikut Yesus di sarankan spt dlm 2 Kor 4:6 ,Sebab itu kami tdk tawar hati meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami di perbaharui dari hari keseharinya.sebab penderitaan yang kami lalui mengerjakan bagi kami kemulyaan kekal melebihi segalanya. sebab kami tidak hanya memperhatikan yg kelihatan melainkan yg tidak kelihatan lebih kami perhatikan , karena yg kelihatan adalah Sementara. initinya sebuah kepercayaan tdk selalu Berbentuk dan keliaahta secara kasatmata.

    Bagus Artikelnya Menarik
    Semoga damaiNYa dari yg telah bangkit menyertai anda sekeluarga.

    Yoseph
    http://gkbbjn.blogspot.com

    BalasHapus
  3. @ Yoseph:
    Terima kasih atas kunjungannya dan juga sharingnya yang semakin memperkaya iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Maju terus dalam Tuhan. Dan jangan lupa bikin banyak terus postingan / artikel Kristen di dunia internet.... keep blogging bro!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.