Ads Top

Seperti yang teman-teman ketahui bahwa pada tgl 14 Februari begitu banyak orang merayakan Valentine Day. Mereka yang merayakan, meramaikan suasana valentine dengan berbagai cara, mulai dari ada yang mengirimkan bunga untuk orang yang paling dicintai, orang yang dikagumi, idolanya dan lain-lain, ada juga yang membagi-bagikan coklat, atau adapun yang hanya saling berkirim pesan, kartu ucapan, dan berbagai bentuk lainnya baik itu melalui SMS, email, facebook, friendster, dll. Yah.. semua itu adalah sukacita di hari valentine.

Awal mulanya saya memilih topik ini adalah karena saya melihat ada beberapa teman-teman yang seiman yang tidak merayakan valentine, sementara yang lain merayakan. Kemudian beberapa pertanyaan sederhana muncul di benak saya, yaitu yang pertama apakah saya mau ikut merayakan valentine atau melewatkan begitu saja hari valentine yang indah ini. Kedua, jika saya ikut merayakan, bagaimana dengan teman-teman saya yang tidak merayakan, apakah saya akan mengucapkan ‘happy valentine’ juga untuk mereka semua. Ketiga, apa sih makna valentine sebenarnya, mengapa ada yang merayakan dan ada yang tidak merayakan, apakah valentine hanya dirayakan oleh mereka yang sudah mempunyai pasangan saja. Sungguh pertanyaan-pertanyaan ini menggema di pikiran saya.

Well, terlepas dari pertanyaan-pertanyaan tsb di atas, saya ingin mencoba mengkaitkannya dgn kekristenan dimana dalam hal ini saya mencari jawabannya secara alkitabiah. Sebagai acuan yang pertama marilah kita melihat kutipan dari 1 Yohanes 4:7-12. Demikianlah Firman Allah berbunyi:

    4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
    4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
    4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
    4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Seperti yang bisa kita baca bersama, dalam ayat 7 berbunyi “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah”. Disini tertulis perintah Allah bahwa sebagai orang yang lahir dari Allah dan mengenal Allah marilah kita mengasihi sesama kita karena kasih itu sendiri berasal dari Allah. Pada ayat selanjutnya tersirat penekanan bahwa hendaklah kita saling mengasihi karena orang yang tidak mengasihi adalah orang yang tidak mengenal Allah karena Allah adalah kasih. Kemudian pada ayat 11 dan 12 ditekankan kembali bahwa sebagai orang yang dikasihi Allah maka kita pun harus saling mengasihi karena walaupun tidak seorang pun di antara kita yang pernah melihat Allah tetapi jika kita saling mengasihi maka Allah tetap di dalam kita dan Kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Kalau boleh saya simpulkan maka sesuai dengan ayat-ayat tersebut di atas maka seharusnya setiap hari kita merayakan valentine, atau istilah bekennya Everyday Is Valentine.. Jadi kita harus mengasihi sesama kita setiap hari sebagaimana Allah mengasihi kita setiap hari. Nah terlepas dari itu, valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari boleh dikatakan adalah perayaan puncak dari valentine yang selayaknya kita rayakan setiap hari, hari demi hari, bersama orang yang kita kasihi dan sesama kita.

Sebagai tambahan ada lagi satu kutipan alkitab yang boleh kita baca, dari 1 Korintus 13:1-8.
Meskipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.



Sumber: truechristianityvalues.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.