Ads Top

Apakah aku mulai kecewa?..

Melakukan sesuatu dalam keadaan dan kondisi baik-baik rasanya begitu mudah, dan mungkin pekerjaan itu bisa lebih memotifasi, memberi semangat dan membakar gairah kita. Namun sebalik nya, jika ternyata diantara kesungguhan kita, ditengah-tengah semangat kita yang berkobar-kobar, tiba-tiba situasi yang tidak menguntungkan mulai mengancam kenyamanan kita, membuat kita hampir lepas kendali dan berpikir apanya yngg salah. Atau bisa jadi kita mulai mencari kambing hitam dan mempersalahkan orang lain.



Situasi ini pernah dihadapi oleh Yohanes si Perintis jalan. Jalan hidupnya penuh gairah dan semangat yang berkobar untuk memberitakan pertobatan "Sebab Kerajaan Allah sudah dekat". Hampir setiap hari dalam jalan hidupnya dia membaptis orang yang bertobat. Penginjilannya penuh semangat. (Mat 3:1-12) Karena semangat yang luar biasa itu, ia pun rela untuk hidup jauh dari keramaian - biasa hidup di padang - makanan nya pun hanya terdiri dari madu dan belalang. Namun di ending hidupnya ia diperhadapkan pada situasi yang begitu berat. Hukuman mati sedang menantinya. Manusiawi sekali kalau dia mulai berpikir dan bertanya-tanya tentang apanya yang salah. Apakah ia selama ini salah orang, apakah Yesus yang dia baptis bukan Yesus yang seharusnya jadi penyelamat manusia. Keraguannya nyata ketia ia mengutus muridnya  pergi bertanya kpd Yesus, tentang apakah benar Yesus yang ia telah perkenalkan kpd banyak orang, benar-benar adalah Yesus Sang Juruselamat manusia itu atau bukan (Mat 11:2-6).  Akhirnya Yesus mengirim pesan kembali kepada Yohanes dan berkata "Berbahagialah Yohanes jika ia tidak menjadi kecewa dan menolak-Nya"
          
Pesan ini sampai kepada kita. Ditengah-tengah situasi yang berat dan mencekam. Disaat kondisi kita begitu sulit, karena kita sedang mempertahankan kemurnian hati kita, serta bertanya dengan penuh kecewa "Tuhan kenapa hidup yang kujalani ini begitu sukar, begitu pahit, bukankah aku telah berusaha sungguh-2 mencintai Engkau dengan berlaku setia dihadapanMU?  Ia hanya akan berpesan "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku".

Apapun situasi dan kondisi kita saat ini, tetaplah bertahan, sebab Yesus yang kita percayai adalah benar-benar Yesus Sang Mesias yang menyelamatkan hidup kita saat ini dan telah menjamin untuk hidup kita yang akan datang. (Mat 11: 25-30; Yoh 14:6) Jangan pernah kecewa!


Penulis: Pdt. Jonner Sirait, MA - Warta Jemaat "GSJA Kemuliaan"

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.