Ads Top

Kontribusi Keluarga Kristen


GSJA, Gereja Sidang Jemaat Allah, Keluarga, Kristen
Tuhan memiliki fokus perhatian utama tentang keluarga. Lembaga terkecil dalam masyarakat itu begitu penting bagi-Nya.

Alasan ini juga yang membuat Dia memakai keluarga Yusuf & Maria, saat menjelma menjadi manusia. Bahkan, Alkitab juga bisa disebut sebagai kitab keluarga.

Mengapa keluarga begitu penting di mata-Nya? Sebab dari keluargalah lahir para penyelamat dunia seperti: Musa, Gideon, Yusuf, dan jangan dilupakan: Tuhan Yesus.

Begitu pentingnya arti kehadiran keluarga bagi kehidupan di bumi ini. Dari keluarga akan terbit warisan tak ternilai yaitu anak cucu yang akan mewarisi bumi ini.
Keluarga Kristen adalah bagian integral dari keluarga-keluarga dalam masyarakat yang plural. Dalam hal ini tentunya keluarga Kristen juga memiliki hak dan tanggungjawab dalam pembangunan masyarakat yang madani, adil dan sejahtera. Tentunya hal ini harus senantiasa di bangun atas dasar kesadaran dan apresiasinya akan eksistensinya sebagai ciptaan Allah yang istimewa. Ada tanggungjawab dalam setiap keluarga Kristen untuk memberi kontribusi positif dalam pembentukan masyarakat yang teratur, damai dan sejahtera.

Paling tidak ada dua hal yang harus diperlihatikan setiap keluarga Kristen dalam penyataan kontribusi positifnya dalam pembentukan tatanan masyarakat yang teratur, damai dan sejahtera.

Pertama: Setiap keluarga Kristen harus senantiasa sadar akan keistimewaannya sebagai ciptaan, yang pada akhirnya membawanya pada sikap yang sadar bahwa ia bertanggungjawab atas keteraturan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat dimana ia berada. Kesadaran ini diimplementasikan dalam kepeduliaan terhadap sesama dan lingkungan. Ada peran yang senantiasa diperlihatkan keluarga Kristen dalam masyarakat dimana ia berada. Jadi tanggungjawab tersebut tidaklah bersifat abstrak.

Kedua: Kesadaran akan hal di atas kemudian dinyatakan terlebih dahulu secara internal melalui pola hidup pribadi dan keluarga yang layak untuk diteladani oleh orang lain. Teladan yang dimaksud di sini tentunya berpusat pada firman Allah yang senantiasa dijadikan sebagai orientasi hidup. Artinya, keteladanan itu adalah buah dari kedekatan dan ketaatannya kepada firman Allah. Dari kedua hal di atas kita melihat bahwa setiap keluarga Kristen harus peka dan peduli pada realitas masyarakat dan ia harus mampu menjadi teladan positif dalam masyarakat. Dan itu diekspresikan pertama-tama dari pribadi, kemudian keluarga sebagai buah kedekatan dan ketaatannya kepada Allah.

4 komentar:

  1. terima kasih untuk artikelnya. sangat bagus sekali :)

    syalom,

    romie
    www.engineeringtown.com

    BalasHapus
  2. @romie:
    Terima kasih buat kunjungannya.
    Hm... web kamu juga bagus sekali. God Bless you

    BalasHapus
  3. syalom, tq buat tulisannya, semoga terus dapat menolong orang lain bertumbuh, Gbu

    BalasHapus
  4. @peter lau :
    Terima Kasih buat kunjungannya. Tuhan juga kiranya memberkati pelayanan anda

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.