Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Minggu, 09 Agustus 2009

Sikap orang fasik terhadap firman Allah

Do you want to share?

Do you like this story?

Sikap orang fasik terhadap firman Allah

1. Orang fasik mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dari Firman Allah, 2 Kor. 2:17
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

2. Orang fasik mengutamakan adat istiadat dan mengesampingkan Firman Allah, Mrk. 7:8-13
8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." 9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. 11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, 12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. 13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

3. Orang fasik menolak Firman Allah, Yer. 8:8-9
8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

4. Orang fasik tidak menurut atau berpegang pada Firman Allah, Mz. 119:158
Melihat pengkhianat-pengkhianat, aku merasa jemu, karena mereka tidak berpegang pada janji-Mu.

5. Orang fasik memutar balikkan Firman Allah shg mendatangkan kebinasaan bagi dirinya sendiri, 2 Ptr. 3:3-7
3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." 5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

Cara menerima Firman Allah:
1. Membaca Firman Allah

A. Dalam PL
1. Musa membacakan kita perjanjian dengan didengar oleh bangsa Israel, Kel. 24:7.
7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."

2. Allah berfirman melalui Musa, supaya seorang raja yang memerintah atas Israel harus membaca hukum Tuhan seumur hidupnya, supaya ia belajar takut akan Tuhan, Ul. 17:18-19
18 Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. 19 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya,

3. Yosua membacakan segala perkataan hukum Taurat kepada seluruh jemaah Israel di hadapan mezbah, Yos. 8:34-35
34 Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. 35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.

4. Raja Yosia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah Tuhan dengan didengar oleh semua orang Yehuda, 2 Raja 23:2
2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.

5. Imam Ezra membacakan kitab Taurat di hadapan umat Israel, Neh. 8:3,4,9,19
3 Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. 4 Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. 9 Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. 19 Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.

B. Di dalam Perjanjian Baru.
1. Yesus adalah seorang yang suka membaca Firman Allah, Mat. 12:1-5; 19:3,4; 21:14-16; 21:42
Mat 12:1-5 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. 2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? 5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

Mat. 19:3,4 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?“ Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?

Mat. 21:14-16 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Mat.21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

2. Sida-sida dari Etiopia membaca Firman Tuhan khususnya Kitab Yesaya dalam keretanya, ketika ia pulang dari beribadah di Yerusalem, Kis. 8:27-28
27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

3. Rasul Paulus mendorong Timotius untuk bertekun dalam membaca Firman Tuhan, 1 Tim. 4:13
13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

4. Rasul Paulus menyuruh jemaat Kolose dan Laodikia membaca Firman Tuhan yang yg ditulis Paulus, Kol. 4:16
16 Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu.

5. Rasul Paulus menyuruh supaya Firman Tuhan yang ditulis Paulus dibacakan kepada semua jemaat di Tesalonika, 1 Tes. 5:27
27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

6. Orang yang membacakan Firman Allah berbahagia, Why. 1:3
3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

2. Mendengar Firman Allah
Setelah kita membaca Firman Allah, maka kita perlu untuk mendengarkan FA yang kita baca atau yang dibacakan atau yang disampaikan kepada kita melalui khotbah, seminar, pengajaran.
Baik orang-orang Israel di Perjanjian Lama, maupun gereja mula-mula di jaman Perjanjian Baru, mereka setelah membaca FA, juga mendengarkan FA yang mereka baca atau yang disampikan bagi mereka, Kel. 24:7; Kis. 2:14,37.
Kel. 24:7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.“ Kis. 2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. 37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

3. Belajar/menyelidiki Firman Allah, Kis. 17:11
Selain membaca dan mendengar Firman Allah, kita juga perlu belajar atau menyelidiki FA yang kita baca atau yang kita dengarkan. Untuk itu dibutuhkan perlengkapan seperti buku dan ball poin untuk mencatat supaya kita tidak lupa dan kita semakin mengerti Firman Allah.
Mengapa kita tidak bawa buku dan ball poin setiap kali kita datang kebaktian untuk mencatat dan kemudian menyelidiki FA? Karena kita merasa hal itu tidak penting bagi kita.
Tetapi mengapa para pelajar membawa buku dan alat tulis ketika pergi ke tempat belajar? Atau mengapa kita bangun pagi setelah sarapan kita bekerja? Karena hal itu penting bagi kita.
Jadi belajar atau menyelidiki FA sebenarnya wajib bagi setiap jemaat Tuhan dan hal itu melibatkan penulisan atau pencatatan. Akibat dari belajar atau menyelidiki FA, hati kita akan lebih baik, seperti jemaat di Berea, Kis. 17:11
11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

4. Menghafal Firman Allah, Mzm. 119:11
11 - Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Sesuatu yang sudah dihafal sangat sulit dilupakan, dan pengaruhnya juga langgeng di dalam kehidupan kita. Demikian halnya jika kita menghafal Firman Allah di dalam kehidupan kita.
Bila kita menghafal Firman Allah, maka Firman itu akan tertanam di dalam hati kita dan akan terus beroperasi atau bekerja di dalam kehidupan kita. Firman yang kita hafal dan tersimpan di dalam hati kita bagaikan tulisan yang terukir pada loh batu, sehingga tahan lama dan tidak mudah berubah. Dan Firman itulah yang menjaga setiap langkah hidup kita sehingga seturut dengan kehendak Allah

5. Merenungkan Firman Allah, Mzm. 1:2; 119:97-100
Mzm. 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Mzm. 119:97-100 - Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. 99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. 100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
Merenungkan Firman Allah merupakan tahapan puncak yang sangat penting dalam rangka menerima Firman Allah. Setiap Firman Allah kita baca, dengar, selidiki, hafal, haruslah kita renungkan di dalam kehidupan kita sehingga FA itu akan bekerja dan mengubahkan kehidupan kita menjadi serupa dan segambar dengan Kristus.

Merenungkan Firman Allah merupakan ciri orang yang berbahagia. Dan lagi orang tersebut akan berhasil dalam setiap bidang kehidupannya karena Tuhan yang membuatnya demikian, Mzm. 1:1-3. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Tiga manfaat dari merenungkan Firman Tuhan berdasarkan Mzm. 119:97-100:

(1) orang yg suka merenungkan FA sepanjang hari (ay. 97) akan dibuatkan Tuhan lebih bijaksana dari pada musuhnya.

(2) lebih berakal budi dari pada semua pengajarnya.

(3) Lebih mengerti dari pada orang-orang tua. Menurut Ayub 12:12 – hikmat dan pengertian ada pada orang-orang tua, tetapi orang yg suka merenungkan FA lebih berhikmat dari pada orang-orang tua.
Mzm. 119:(97) Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (98) Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. (99) Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. (100) Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
Ayub 12:12 - Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya.


Sungguh luar biasa manfaat dari merenungkan Firman Tuhan – jadi renungkanlah.


Sumber:
Khotbah Gembala Sidang GSJA "Kemuliaan" Pdt. Dias Pora Padang, M.Th dalam Kebaktian Raya Minggu 2 Agustus 2009. Khotbah Berseri: MENJALANI KEHIDUPAN GEREJA YANG NORMAL - KISAH PARA RASUL 2:41-47

YOU MIGHT ALSO LIKE

2 Comments:

Bukan Orang Fasik mengatakan...

Nice article... bos

Sungguh luar biasa manfaat dari merenungkan Firman Tuhan.

Oh Tuhan aku ga mau jadi orang fasik...

Anonim mengatakan...

pergaulan gw lebih banyak dgn teman yang bukan kristen. ada kristen tp ga bener kayaknya.

tp mrk dasarnya baik, teman yang mengerti..

gm ga fasik tapi masih punya teman baik kayak mereka?

Poskan Komentar

Silahkan Meninggalkan Komentar Anda.
Kami akan menghapus komentar yang bersifat spam, jorok, kasar, pornografi, dll.

Advertisements

Advertisements