Ads Top

Integritas

Integrity, Integritas1 Tim 4 : 12 “Jadilah teladan bagi orang percaya”

Tentunya kata Integritas, menjadi sebuah istilah yang tidak asing bagi kita. Seperti sulitnya pelafalan dalam pengucapan kata I n t e g r i t a s , demikian juga dalam hal prakteknya.

Integritas arti sederhananya adalah luar dalam sama. Apa yang di ucapkan benar-benar sesuai dengan apa yang akan dilakukan. Berkurang atau tidak adanya nilai Integritas pada diri seseorang menjadi sebuah sinyal apakah orang tersebut akan diterima atau akan ditolak meskipun sedang berusaha memperbaiki dirinya. Sungguh tantangan yang berat bukan?...

Namun kabar baiknya adalah jika seseorang mendapatkan bahwa orang tersebut memiliki Integritas, maka seperti air yang mengalir ke tempat-tempat yang rendah dan mengairi semua sisi tanah yang tandus dan kering, demikian orang akan bersimpati bahkan empati kepada mereka yang memiliki Integitas. Orang akan percaya dan mempercayakan dirinya untuk mengikuti semua petunjuk atau akan meneladani pola hidup orang tersebut. Intinya “kerukunan…kebersamaan…kecintaan” akan terjalin.

Hal ini pulalah yang ditugaskan Paulus kepada Timotius yg masih sangat muda. Bagaimana dia harus menjadi teladan dalam segala hal. Namun yang perlu kita garis bawahi dalam ayat ini adalah keteladanan / “Integritas” itu pertama-tama harus ditunjukkan kepada semua orang percaya. Baru kemudian kpd mereka yg belum percaya kpd Tuhan. (ini kekeliruan yg kurang diperhatikan selama ini- red).

Salah satu kegagalan gereja saat ini, bukan terletak pada bertambah atau tidaknya jiwa baru, namun adakah nilai Integritas dalam gereja tersebut?... Sebab ketika tidak ada lagi atau ketika memudarnya nilai Integritas dalam gereja, dan dalam rumah tangga, itu pasti akan menimbulkan perpecahan. Terjadinya kesalah pahaman antara gembala dengan pengerja, pengerja dengan pengerja, jemaat dengan pengerja, jemaat-dengan jemaat, bahkan lebih parah lagi adalah jemaat dengan gembalanya sendiri, suami dengan isteri, anak dengan orang tua, dsb, pemicu utamanya adalah tidak ditemukannya lagi nilai Integritas dalam diri seseorang. Ini realita bukan?... Dan jika perpecahan atau ketidaksalingpercayaan antara satu dgn yg lain terjadi dalam sebuah gereja, dan dalam rumah tangga, bagaimana mungkin berkat Allah mengalir. Ingat Mazmur 133, “kerukunan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan berkat yg berlimpah”.

Oleh sebab itu, mari kita mulai membenahi diri agar nilai integritas yang selama ini kita miliki, tetap dapat kita pertahankan. Saling memberi keteladanan baik dalam ucapan, tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan kesucian kita baik dalam gereja dan Rumah tangga kita. Dan lihatlah bagaimana Tuhan akan melimpahkan berkatnya bagi hidup kita, dan bagi gereja kita.

Sumber: Renungan Warta Jemaat GSJA "Kemuliaan" Minggu tgl 3 Mei 2009.
Penulis: Pdt. Jonner Sirait, M.A

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.