Ads Top

Cara Allah meniadakan kesombongan manusia dan mengangkat martabat seseorang

sombong, martabat1 Kor 1:27-29

Fenomena yang terjadi dikalangan gereja saat ini adalah lebih memilih orang yang berpengaruh secara sosial dan berpengaruh secara materi, seperti para selebritis, tokoh politik, dan orang-orang kaya yang memiliki begitu banyak relasi, ketimbang memperhatikan serta memberi lebih banyak kesempatan kepada mereka yang sepertinya tidak berpengaruh secara social apalagi secara materi untuk berada dibarisan depan dalam pelayanan.

Tidaklah salah apalagi berdosa, jika kita coba memanfaatkan kelebihan kita secara fisik untuk melayani, bahkan itu adalah suatu keharusan karena Ia pun meminta kita untuk mempersembahkan yang terbaik dari hidup kita. (Roma 12:1) Yang menjadi kekeliruan kita selama ini adalah, beberapa orang berfikir jika seseorang telah “sempurna” secara fisik; cantik, ganteng, pintar, punya jabatan, punya uang, di hormati dan digandrungi oleh banyak orang, pasti dia akan dipakai Tuhan untuk memenangkan banyak jiwa.

Hal ini menjadi alasan dari beberapa orang untuk berpikir kalau membuat suatu ibadah atau KKR dengan pembicara atau bintang tamu dari orang-orang tersebut pasti banyak jiwa akan dimenangkan. Kenyataanya setelah KKR, tidak ada sentuhan surgawi yang terjadi, tidak ada terobosan dan perubahan yang begitu berarti, selain dari kerumunan orang banyak dan tentunya persembahan yang melimpah ruah.

Tentunya hal ini akan menjadi awasan bagi kita untuk kembali kepada kebenaran Firman yang berkata bahwa; “tetapi orang yang bodoh…apa yang lemah … tidak terpandang…tidak berarti bagi dunia…mereka akan dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaanNya. Bukan berarti bahwa tokoh-tokoh itu tidak dapat dipakai Allah. Mereka juga pasti dipakai Allah.

Dari kenyataan ini, tentunya kita berbangga memiliki Allah yang tidak mengkotak-kotakkan dam tidak memilah-milah, tidak pandang bulu, siapa saja, jika mereka itu ada dihatiNya dan mau diproses sesuai prosesNya, maka melalui mereka Tuhan akan berkarya bagi kerajaanNya.

Kebenaran ini juga menjelaskan bagi kita bahwa tidak ada yang patut kita sombongkan, tidak ada yang patut kita banggakan, selain berserah sepenuhnya kepada Tuhan, agar kiranya, ketika kita menyerahkan diri kita apa adanya, kelebihan maupun segala keterbatasan kita, di pakaiNya bagi kemuliaanNya.

Bagi saudara yang merasa lebih hebat dari yang lain, hati-hati jangan-jangan saudara hanya dimanfaatkan untuk meraup keuntungan sementara. Dan bagi saudara yang merasa tidak dapat berbuat lebih banyak dari mereka yang memiliki lebih dari saudara, bangkitkan rasa percaya diri, keyakinan, bahwa saudarapun dapat dipakaiNya dengan luar biasa.

Tuhan sungguh menghargai kita apa adanya. Dia akan memakai saudara walaupun saudara dalam kondisi yang sangat..sangat…sangat sederhana. Tidak punya pengaruh apa-apa, tidak dapat memberi persembahan besar, bahkan orang disekitar tidak memperdulikan bahkan mereka tidak mengharapkan kehadiran kita. Namun jika sadara mampu memastikan dalam diri sudara bahwa Tuhan mengasihimu, maka Ia akan memakai saudara bagi kerajaan muliaNya. GBU (JS)

Sumber: Renungan Warta Jemaat GSJA "Kemuliaan"
Penulis: Pdt. Jonner Sirait, M.A

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.