Ads Top

Penundukan atau ketaatan

Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada atasan. Entah perintahnya itu masuk akal atau tidak masuk akal ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh Kudus.
Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri. Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan. Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan Tuhan tetap berkembang. Ibu Mary pernah melayani sidang tersebut tahun 1983. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.

Ada kesaksian yang lain. Seorang ibu sedang memasak. Dia disuruh Tuhan untuk meninggalkan dapur dan pergi ke depan rumah. Dia melihat ada satu keluarga sedang pindah rumah. Keluarga baru ini tinggal di belakang rumahnya. Ibu ini menyambut keluarga baru tersebut, memberi minum kepada mereka dan mulai bersahabat.

Pada suatu hari tetangga barunya ada yang jatuh sakit. Dia datang untuk mendoakan, orang tersebut disembuhkan Tuhan dan menjadi percaya kepada Tuhan.

Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila bukan dari Tuhan batalkanlah.

Sikap ketaatan memang mengandung resiko.Tetapi perbuatan ketaatan mengandung mujizat.
Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki. Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi tidak ada yang mengetahui.

Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka mengalami mujizat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.