Ads Top

Orang Percaya Yang Tidak Mempan Oleh Api

Daniel 3:24-27

Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah orang Ibrani yang dibawa ke Babel setelah Nebukadnesar raja Babel menyerang kerajaan Yehuda. Selanjutnya mereka dipekerjakan di lingkungan istana dan walau mereka tinggal di lingkungan orang kafir, mereka tetap percaya kepada Allah. Suatu ketika karena ketidaktaatan mereka untuk menyembah patung Nebukadnesar, mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, tetapi tubuh, rambut, jubah mereka tidak mempan oleh api bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Pada saat ini kita akan merenungkan: Mengapa mereka dilemparkan ke dalam perapian menyala-nyala? Apa rahasianya sehingga mereka tidak mempan oleh api? Dan secara rohani, pelajaran apa yang kita dapat ambil bagi hidup kita?

1. Mengapa mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala?
Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala karena tuduhan orang yang iri dengan mereka, 3:8-12. Mereka juga dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala karena mereka tidak mau mencemarkan iman mereka yaitu dengan menyembah patung, 3:13-15. Dan mengapa mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala, itu karena mereka lebih takut akan Allah daripada ancaman manusia/raja, 3:16-18.

2. Mengapa mereka tidak mempan oleh api?
Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mempan oleh api karena iman mereka pada kesanggupan Allah untuk menyelamatkan mereka dari api, 3:16-18. Mereka tidak mempan oleh api karena Allah menyertai mereka, 3:24-25. Tuhan penuh kasih dan kuasa, Ia sanggup menyelamatkan dan selalu menyertai hidup anak-anakNya.

3. Pelajaran rohani apa dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego ini?
1. Ancaman / permasalahan terhadap orang percaya selalu ada dimana saja dan kapan saja. Orang tidak beriman akan melarikan diri dari masalah, Yes 30:17. Ingat kisah Elimelekh (Rut 1:1) suatu gambaran dari orang tidak beriman yang lari dari masalah dan malah menemukan masalah yang lebih besar.
2. Ancaman tidak akan pernah dialami oleh orang yang miskin secara rohani, Ams 13:8. Bahkan iblis pun tidak tertarik dengan orang yang seperti itu. Apakah kita kaya secara rohani? Bersiaplah menerima ancaman dari iblis seperti pengalaman Sadrakh, Mesakh dan Abednego!
3. Kalau ada ancaman terhadap orang percaya, Allah menjadi pembela dalam keadaan apapun, 3:24-25.
4. Allah dalam hikmatNya memakai berbagai masalah yang dialami oleh orang percaya untuk menyatakan kuasa dan kemuliaanNya, 3:26-30. Dengan dilemparkannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego ke dalam perapian yang menyala-nyala, kuasa Tuhan dinyatakan sehingga mereka tidak hangus.
5. Allah dalam hitmatNya memakai masalah untuk mempermuliakan orang percaya kepadaNya, 3:30. Milikilah sikap hati yang benar ketika kita menghadapi masalah seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego.
6. Masalah yang dialami akhirnya mendatangkan kesaksian dan kemuliaan bagi Allah, 3:28-29. Raja Nebukadnesar mengakui Allah yang disembah oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

1 komentar:

  1. Waw Bagus sekali bahan komsel di sini....
    Maju terus God Bless

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.