Ads Top

Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang terbaik.

Keinginan Tuhan yang selalu terjadi dan bukan keinginan kita. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.

Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar, ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.
Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak atau tidak disukai.

Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya. Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu mujizat atau keajaiban.

Hati-hati dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pemah marah atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam hidupnya.

Istri perlu tunduk kepada suami. Istri yang mengosongkan dirinya dalam penundukan kepada suami, maka Tuhan sendiri yang akan menjamah suaminya. Apa yang membuat kite sulit diproses? Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak, kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak, membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.

Penilaian Tuhan Yang Tepat
Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan. Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita adalah penundukan.

Berdiri Di Tempat Yang Benar
Berdirilah di tempatmu yang benar. Ketahuilah batasan-batasan wewenangmu dan tugasmu. Di dalam hubungan rumah tangga apabila suami baik janganlah kita ngelonjak atau dominan terhadap suami. Tempatkan suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga. Jangan sampai karena suami baik lalu istri kurang memperhatikan aturan serta bebas merdeka semaunya. Allah menuntut bagian kita untuk dilakukan sebelum Dia melakukan bagianNya yang mendatangkan mujizat atau kebaikan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.