Ads Top

Wins facing giant from our life (Menang hadapi raksasa dari kehidupan kita)

“Ketika Goliat itu bergerak maju untuk menyerang, Daud segera berlari untuk menyambutnya. “

(1 Sam 17:48, New Living Translation)
Raksasa adalah gambaran kekuatan-kekuatan, masalah-masalah, atau tantangan hidup yang besar dan mustahil untuk kita hadapi. Kebanyakan orang menghindari untuk bertemu langsung dengan raksasa ini dan menyerah dengan memilih menerima resikonya. Karena kita menggunakan pikiran dan logika kita bahwa mustahil untuk mengatasi raksasa yang lebih besar dari kita.

Apakah rahasianya mengalahkan raksasa-raksasa musuh kehidupan? Sifat apa yang dimiliki Daud – yang tidak dimiliki Saul atau tentara Israel lainnya – yang membuatnya sanggup mengalahkan raksasa Goliat?

1. Daud memusatkan perhatiannya kepada Tuhan
Hanya ada dua perkataan Daud mengenai Goliat (ay 26, 36). Dua komentar yang sinis dan tidak ada pertanyaan ttg kemahiran, usia, kedudukan social, keluarga, kecerdasan Goliat. Juga tidak bertanya ttg berat lembing, ukuran perisai, tingginya, dll soal Goliat. Dalam setiap perkataan, nyata sekali Daud memusatkan perhatian kepada Tuhan(ay.26, 36), 45, 46, 47). (“…Allah yang hidup, Tuhan semesta alam…, ….Allah segala barisan Israel, Tuhan akan menyerahkan…, …Israel mempunyai Allah, Tuhan menyelamatkan…, …ditangan Tuhanlah pertempuran…, ). Memusatkan perhatian kepada raksasa kita akan membuat kita terjungkal tapi memusatkan perhatian kepada Allah membuat kita menang.

2. Daud sangat mengenal & mengasihi Tuhan
Daud begitu mengasihi Allah, sehingga segala sesuatu dilakukannya untuk kemuliaan Allah. Kalau tentara Israel maju berperang untuk mempertahankan hidup, Daud melihatnya sebagai kesempatan untuk memuliakan Allah. Ia melihat bahwa seluruh kerajaan Israel dan kemuliaan Allah sedang dipertaruhkan. Itu sebabnya ia begitu bersemangat untuk mengalahkan sang raksasa. Kita bias mengalahkan raksasa kehidupan, jika kita mengenal dan mengasihi Allah kita.

2. Daud lebih mendengarkan suara Tuhan
Kebanyakan kita, sama seperti orang-orang Israel, lebih mendengarkan suara raksasa yang terus menerus mengintimidasi kita. Ketimbang menjadi kecut dan ciut mendengarkan suara raksasa, mari belajar mendengarkan suara Tuhan, yang berkata “Aku akan melepaskan engkau.” Itulah yang dilakukan Daud. Daud biasa merenungkan firman Tuhan dan memperkatakan dengan iman dalam hidupnya. Saul mengatakan bahwa Daud tidak mungkin (ay.33), tapi Daud dengan yakin akan firman Tuhan menegaskan lagi bahwa penerapan firman Tuhan telah terbukti dalam hidupnya. Perhatikan setiap perkataan Daud merupakan ungkapan pemahamannya yang kuat akan firman Tuhan. Kita pasti menang karena keyakinan yang kuat akan firman Tuhan.

3. Daud memiliki perspektif yang beda
Tentara Israel memandang Goliat sebagai raksasa yang tinggi, besar, kuat, dan bersenjata lengkap. Akibatnya, bagi mereka Allah menjadi kecil. Sebaliknya, Daud memandang Allah sebagai Yang Maha Besar dan Kuasa, sehingga raksasa terlihat sangat kecil. Pemahaman Daud mengenai “Yang Besar” hanyalah TuhanNya yang maha besar. Dan Daud menempatkan Tuhan di dalam posisinya. “Jika Tuhan di pihak ku, siapakah lawanku?” Suatu pandangan dan perspektif yang Tuhan inginkan kita miliki. Itulah sebabnya Daud memperoleh kekuatan, kuasa dan keberanian sampai ia menang. Kadang kita berkata:”oh Tuhan, saya punya masalah yang besar.” Tapi sebagai pemenang katakanlah:”Hai masalah, saya punya Tuhan yang besar.” Milikilah cara pandang Tuhan atas masalah hidup kita.

Raksasa apa yang tengah saudara hadapi? Penyakit? Krisis keluarga, keuangan? Saudara memiliki dua peluang: meraih kemenangan, atau menjadi budak! Pilihan ada di tangan saudara! Kabar baik bagi kita saat ini adalah raksasa-raksasa sedang berjatuhan dan runtuh, oleh sebab saudara dan saya memiliki ALLAH yang BESAR – jauh lebih besar dari semua raksasa yang kita hadapi! Datanglah dengan nama Yesus, dan katakan pada mereka, “Lihat, betapa besar Allahku!” Dan seperti Daud, kita akan membuat pernyataan, “Hari ini juga Tuhan akan melepaskan aku!” Haleluya!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.