Ads Top

Menjalani Hidup dengan penuh Keyakinan

Yoh 21 : 15 – 18

Seperti apakah masa depan kita nanti? Para pengamat lingkungan meramalkan hidup akan semakin sulit. Meningkatnya pemanasan global akan membuat kota-kota di pesisir terendam air, beberapa pulau akan hilang. Makanan terkontaminasi dengan berbagai bahan kimia menyebabkan penyakit baru bermunculan, dan banyak hal lain lagi yg seolah-olah bagai bom waktu yg kapan saja bisa meledak dan menghabiskan apapun yg ada di sekitar nya. Itulah masa depan yang akan kita hadapi dan generasi berikut setelah kita.

Pertanyaan di atas mungkin bisa dijawab dgn tegas dan berkata rancangan Tuhan penuh damai sejahtera, masa depan penuh harapan. (Yer 29:10-11; Ams 23:18; Maz 37:37). Namun kenyataan yang terjadi saat ini, betul-betul sangat menyiksa kita secara emosi, fisik dan mental. Menyaksikan pembunuhan demi sejengkal perut dan nama baik, perlakukan bejat dari orang-orang yang sakit secara mental, dan sebagainya. Apakah dalam kenyataan yang sedang terjadi saat ini, kita tetap bisa berkata “apapun yang terjadi saya akan tetap percaya bahwa rancangan Tuhan pasti penuh dengan harapan, penuh dengan sejahtera?”

Ketika Yesus menjelaskan masa depan Pertus. Petrus pasti merasa takut, ngeri, secara manusia itu logis. Petrus mendengarkan sendiri bahwa masa depannya, jalan yg di tempuh nya tidak akan pernah mulus, banyak rintangan, bahaya maut dengan gagahnya menunggu Petrus, Ibarat sebuah film, hidupnya tak akan berakhir dengan happy ending, di ujung jalan salib menanti (ay 18) Lalu apakah Petrus lantas tak bersemangat hidup? Tampaknya tidak, krn sesudah memberitahukannya Yesus berkata “ikutlah Aku (ay 19). Artinya, asal Petrus terus melangkah bersama Yesus, ia akan dimampukan untuk bertahan sampai akhir. Dan dlm perjalanan pelayanannya Petrus dengan penuh keberanian mem bawa istrinya (Mark 1: 29-30; 1 Kor 9:4-5) turut serta, walau diujung jalan salib menanti. Kecintaan, kasih kuasa Ilahi-lah yg memampukannya utk mampu bertahan sampai akhir. (ay 15b- 17b, KPR 2)

Seperti apakah masa depan kita? Tak ada jaminan bahwa hidup akan semakin baik atau bumi semakin ramah. Namun, kita memiliki jaminan penyertaan Tuhan. Siapa saja yang mengikut Yesus akan dimampukan untuk tegar menghadapi situasi seburuk apapun. Memiliki kecintaan, kasih dan kuasa melalui persekutuan yang erat dengan –Nya, pasti memampukan kita untuk bertahan sampai akhir. Amen.

Karya: Pdt. Jonner Sirait, MA dalam Warta Jemaat GSJA Kemuliaan

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.