Ads Top

PEACE

Hidup damai sejahtera merupakan dambaan setiap orang, namun yang menjadi masalahnya di dunia ini tidak pernah kita temukan “Damai Sejahtera” itu. Damai sejahtera di dunia bersifat sementara, dan kita tidak tahu apa yang bakal terjadi setelah itu. Manusia hidup di tengah pengharapan yang tidak pasti. Ada saatnya sukses, ada saatnya gagal, ada saatnya kaya ada saatnya miskin, demikian juga ada saatnya gajinya naik melambung tinggi, namun ada saatnya harus dipecat dari pekerjaan. Itu sebabnya Tuhan Allah yang Pengasihi itu merencanakan suatu Jalan Keselamatan bagi manusia. Setiap manusia diberi kesempatan untuk menerima Jalan Keselamatan itu.

Yohanes 3 :16 merupakan suatu bukti bahwa Tuhan Allah itu mengasihi kita, dan kasih-Nya begitu besar, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal bersama dengan Tuhan Yesus di Sorga. Janji ini bukan sekadar omong kosong. tetapi suatu janji yang pasti.

Dalam suasana Natal ini, bagi kita yang sudah memperoleh keselamatan dari pengorbanan Tuhan Yesus itu perlu memperhatikan beberapa hal, supaya “Damai Sejahtera” yang kita miliki, bukan sekadar omongan, tetapi menjadi kenyataan. Melalui Lukas 2 : 8-14 ini saya memberikan akronim PEACE itu sebagai berikut :

1. P = Proclaim
2. E = Evangelism
3. A = Authority of Jesus Christ
4. C = Commitment
5. E = Energized by the Holy Spirit

P = Proclaim
Proklamasikanlah!!! Kelahiran dan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini akan sia-sia bila tidak ada orang yang mengetahuinya, sebab tujuan kedatangan-Nya justru hendak menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu Allah mengutus Malaikat memproklamirkan kepada para gembala. Pertanyaannya adalah, mengapa kepada para Gembala? Bukankah itu hanya kumpulan kecil? Mengapa tidak langsung saja ke seluruh penjuru dunia?
Kita melihat bahwa tujuan utama Allah bukan mengutus Malaikat memproklamirkan berita ini, IA hendak melibatkan segenap umat manusia, oleh sebab itu maka dimulai dari para gembala. Para gembala itu bertugas untuk melanjutkan proklamasi ini kepada orang-orang lain. Coba kita fokus ke ayat 10, kata ‘aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa’ menunjukkan bahwa, berita itu harus disebar-luaskan, bukan hanya milik satu bangsa, tetapi semua bangsa. Namun bagaimana mereka dapat mengetahui berita itu? Itu sebabnya kita perlu memproklamirkannya.

Ingatkah, kapan, siapa, dan dari mana, pertama kali anda mendengar proklamasi bahwa Yesus telah lahir ke dunia untuk meyelamatkan anda? Momentum ini perlu kita hargai, karena hanya sekali untuk selama-lamanya. Namun yang menjadi masalah adalah, kita sudah mendengar, kita sudah menerima keselamatan itu, lalu pernahkah kita proklamirkan berita ini juga pada orang lain? Kapan untuk pertama kali kita proklamirkan? Atau masih belum sama sekali? Jangan sia-siakan waktu ini. Damai sejahtera akan dimiliki kalau proklamasi berita ini sudah di kumandangkan.

Gembala adalah orang rendahan dan hina, buktinya mereka tidak berhak memberikan kesaksian di pengadilan. Namun kepada mereka berita ini justru diproklamirkan. Mengapa? Karena Allah juga mau memakai orang yang rendah dan hina, supaya menghancurkan kesombongan mereka yang menganggap diri pintar. ( 1 Korintus 1 :25, 2: 4-5). Itu sebabnya tidak ada alasan bagi siapa saja yang menganggap diri rendah, Allah tetap mau memakai kita.

E = Evangelism

Berita proklamasi tidak berhenti sampai di sini, itu sebabnya perlu di dengungkan setiap ada kesempatan. Banyak orang yang sudah mendengarkan berita kelahiran Tuhan Yesus, mereka juga sudah tahu bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Namun hatinya masih keras dan tidak terbuka untuk percaya. Itu sebabnya, orang-orang yang sudah percaya, diberikan tugas untuk mengabarkan berita ini lebih sepesifik, supaya yang mendengar boleh percaya dan menerima keselamatan itu.
Ayat 10 menyebutkan “ Ada kesukaan besar (Great Joy), karena Juruselamat Yesus Kristus lahir ke dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa tidak akan ada kesukacitaan sejati, tanpa Yesus. Sukacita manusia di dunia sifatnya sementara saja, semua itu akan habis ditelan waktu. Makanya tidak heran, ada orang yang baru saja tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba menangis. Tetapi berita sukacita dari Tuhan Yesus, nilainya kekal. Walaupun keadaannya menyusahkan, namun di dalam hati masih ada suka-cita. Lihat saja rasul Paulus dan kawan-kawannya, walaupun di dalam penjara mereka tetap bernyanyi memuji Tuhan ( Kisah 16 : 25). Mengapa? Karena suka-cita yang diperoleh dari Yesus Kristus itu, tidak sanggup dirampas oleh keadaan dan lingkungan.

Kepada setiap orang yang sudah memiliki keselamatan dalam Yesus Kristus maka ia bersukacita. Sukacita ini harus mengalahkan segala problem dan penderitaan. Sudahkah anda memiliki suka-cita yang demikian?

A = Authority of Jesus Christ
Berita sukacita yang kita sampaikan itu bukan berita omong kosong, tetapi berita seorang “bayi yang dibungkus dalam lampin lahir di kota Daud. Bayi itu bukan bayi sembarangan, tetapi bayi yang memiliki otoritas untuk mengubah dunia. Bayangkan saja, Raja Herodes gemetar mendengar berita kelahiran-Nya.
24 Desember 1984: Gedung Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Jalan Arief Margono, Malang, Jawa Timur di bom. Otak pembom sempat dipenjara, dan di sana ia menerima Tuhan Yesus sebagi Juruselamat pribadinya. Sekarang ia telah menjadi seorang pendeta. Jadi lihat di sini, sama seperti Rasul Paulus, Yesus memiliki otoritas penuh untuk mengubah, bahkan hati mereka. Saya yakin, peristiwa 3 orang guru Sekolah minggu yang dipenjarakan, di dalamnya tersirat misteri bahwa otoritas Tuhan Yesus sedang bekerja, dan hasilnya suatu saat akan terlihat.

Oleh sebab otoritas itu, sebagai orang percaya kita mesti rela dan berani memproklamirkan berita suka-cita ini. Beritanya sangat jelas sekali, yakni ada seorang bayi yang lahir di kota Daud. Bayi itu adalah Kristus Yesus sang Mesias Juruselamat dunia .

C = Committment
Tuhan membutuhkan orang-orang yang setia di dalam komitmennya. Kerajinan, kepandaian, semangat luar biasa tanpa kesetiaan, akan sia-sia. Itulah yang dimaksud dengan suam-suam kukuh. Untuk mengetahui atau mengecek, mereka yang sudah diberitakan firman Tuhan, apakah tetap menjalani dan ikut Tuhan, diperlukan orang yang setia bekerja untuk Tuhan. Kedamaian tidak akan diperoleh bila seseorang yang tadinya percaya Yesus, namun karena sedikit persoalan ia menjadi lemah iman dan tidak bersandar penuh lagi pada-Nya.

Hari ini kalau kita boleh mendengar berita kelahiran Tuhan Yesus, itu karena pada jaman dulu ada orang-orang yang dengan setia terus-menerus memberitakan kabar kesukaan ini. Mulai dari Stefanus yang akhirnya mati martir, dilanjutkan dengan rasul Petrus, rasul Paulus, kemudian diteruskan dengan Polykarpus yang di Smirna, yang mati membela dengan penuh setia pada Yesus. Hai banyak hamba-hamba Tuhan yang tetap setia mengabarkannya. Jadi komitmen, bukan barang baru dan tak pernah usang, tetapi ia harus dimiliki oleh setiap orang percaya.

E = Energized by Holy Spirit

Damai Sejahtera yang telah diperoleh kemudian diberitakan/ditularkan kepada orang lain, sekali-kali bukan karena kekuatan manusia. Tuhan sengaja memakai para gembala yang tidak berpengetahuan tinggi , untuk mempermalukan orang yang sok pintar dan sombong. Apakah orang-orang yang dipakai Tuhan itu adalah superman? Tidak, tetapi ada Roh kudus yang membantu, memberikan energi dan keberanian.


Yohanes 14 :16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Janji ayat ini perlu kita pegang terus, karena Penolong itu bukan sifatnya sementara , tetapi selama-lamanya.


Damai sejahtera di dunia tidak dapat dipercaya, sebab ia akan hilang dalam sekejap. Kebanyakan teman-teman yang berada di Indonesia berpikir jika mereka hidup di Amerika Serikat sudah pasti memiliki danai sejahtera; namun ternyata pandangan ini keliru. Buktinya pada tahun lalu di Virginia terjadi pembunuhan massal oleh salah seorang mahasiswa Korea, dan baru minggu kemarin juga di Colorado ada orang yang dibunuh di dalam gereja, belum lagi terjadi berbagai ancaman penangkapan bagi mereka yang tidak memiliki surat-surat resmi tinggal di USA. Sementara di Indonesia juga demikian bukan, hidup dengan berbagai pergumulan dan perjuangan. Hidup sehari-hari seakan-akan berpacuh jantung, bagaimanakah kita dapat memiliki damai sejahtera? Nah, kepada anda yang mengalami pergumulan dan persoalan seperti ini, Yesus datang ke dunia menwarkan damai sejahtera, damai sejahtera yang kekal. Percayakanlah seluruh kehidupan anda kepada-Nya.


Diambil dari http://www.saumimansaud.org-a.googlepages.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.