Ads Top

Menjadi Lilin Natal

Di sebuah toko banyak terdapat lilin merah yang tinggi. "Kami adalah lilin-lilin Natal," kata mereka dengan bangga, masing-masing berada di kotaknya supaya tidak patah.

Di toko itu ada sebuah lilin berwarna putih. Lilin itu tidak tinggi. Warnanya tidak merah. "Aku tidak akan pernah menjadi sebatang lilin Natal," katanya dengan sedih.

Tiga hari sebelum Natal, seorang wanita tua masuk ke toko itu. Ia melihat kepada semua lilin yang ada di situ.

"Lilin yang merah harganya Rp. 1.000,00 kata penjaga toko itu. "Lilin kecil yang putih itu Rp. 500,00."

"Aku membeli lilin yang putih," kata wanita tua itu. "Aku hanya mempunyai Rp. 500,00, tetapi aku memerlukan cahaya malam ini."

Demikianlah, lilin yang kecil itu pulang ke rumah bersama dengan wanita yang bertubuh kecil. "Sekarang aku tidak akan pernah menjadi sebatang lilin Natal," keluhnya.

"Kau harus menolong aku memperbaiki bajuku," kata wanita kecil yang tua itu ketika kegelapan mulai menampakkan dirinya.

Maka berdirilah lilin kecil itu di atas sebuah tempat lilin yang sudah patah dan lilin itu terus bersinar, sementara wanita kecil yang tua itu memperbaiki bajunya. Lilin itu makin lama makin pendek. Dan setelah, ia selesai memperbaiki bajunya, ia memadamkan lilin itu dan pergi tidur. Lilin itu merasa yakin bahwa ia tidak akan menjadi sebatang lilin Natal.

Dua hari sebelum hari Natal, ketika kegelapan datang, wanita itu berkata, "Kau harus menolong aku menemukan untaian kalungku yang berwarna biru. Aku memakai kalung biru ketika aku masih kecil dan kalung itu akan kuberikan kepada gadis kecil yang berdiam di loteng untuk hari Natal," katanya dengan sedih.

Maka lilin itu berdiri di atas tempat lilin yang sudah patah dan terus bersinar, sementara wanita tua itu mencari-cari kalung birunya. Lilin itu makin lama makin pendek. Setelah ia membungkus kalung biru itu, ia memadamkan lilin, dan pergi tidur. Lilin itu semakin merasa yakin bahwa ia tidak akan pernah menjadi sebatang lilin Natal.

Satu hari sebelum hari Natal.

Kau harus menolongku membaca cerita tentang Yesus di dalam palungan," kata wanita tua dan kecil itu, dan ketika malam datang, ia mengambil Alkitabnya.

Jadi, lilin kecil yang putih itu berdiri di atas tempat lilin yang patah dan terus bersinar, sementara wanita tua itu membaca, dan lilin itu menjadi semakin pendek.

"Aku akan meletakkanmu di jendela," kata wanita tua yang kecil itu pada akhirnya. "Mungkin rombongan paduan suara akan lewat di depan rumah kita."

Jadi, lilin putih yang kecil itu ditempatkan di jendela dan menjadi semakin pendek. Gadis kecil yang tinggal di loteng turun dari tangga dan matanya bersinar penuh kegembiraan ketika ia membuka bungkusan kecil dan menemukan kalung biru di dalamnya. Sebuah nyanyian terdengar di bawah jendela:

"Malam kudus! Sunyi senyap. Kabar baik menggegap. Bala Surga menyanyi megah. Kaum gembala diberitakannya. Lahirlah Penebus ...."

Rombongan paduan suara telah melihat lilin yang kecil itu di jendela. "Hari ini pasti hari Natal," kata lilin putih yang kecil itu. "Aku adalah sebatang lilin Natal," bisiknya sementara apinya menjadi padam.

Aktivitas:

Berikan sebatang lilin kepada setiap anak untuk dibawa pulang. Tuliskan cerita Natal seperti yang terdapat dalam Lukas 2:8-16 dan ikatkan pada lilin-lilin kecil itu. Suruhlah setiap anak membacakannya pada malam Natal sementara lilin dinyalakan. Mungkin seorang tetangga dapat mendengar cerita Natal dengan cara seperti ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.