Ads Top

Cantik dan memancarkan kemuliaan

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila
kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan…” Yakobus 1: 2
Sepasang kakek-nenek pergi ke sebuah toko souvenir, untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kpd sebuah cangkir yg cantik. “Lihat cangkir itu” kata si nenek kpd suaminya, “Kau benar inilah cangkir tercantik yg pernah aku lihat” ujar suaminya.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yg dimaksud berbicara, “Terima kasih utk perhatiannya. Perlu diketahui, bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yg dikagumi, aku dulunya hanyalah seonggok tanah liat yg tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dgn tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudia ia mulai memutar2 aku hingga pusing, “Stop! Stop! Aku berteriak, tapi orang itu berkata ‘belum’! lalu ia mulai menonjok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tapi orang ini masih saja meninjuku tanpa menghiraukan teriakanku , bahkan lebih buruk lagi, ia memasukkan aku keperapian, “Panas! Panas! Stop! Cukup, teriakku lagi, tapi orang ini berkata “Belum!. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum, ia menyerahkan aku kpd seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku, asapnya begitu memualkan, stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata “belum!, lalu ia memberikan aku kpd seorang pria dan ia memasukkan aku lagi keperapian yg lebih panas sebelumnya, “tolong hentikan penyiksaan ini”,sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak perduli dgn teriakanku. Ia terus membakarku, setelah puas “menyiksaku”, kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca, aku melihat diriku, aku terkejut sekali, aku hamper tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yg begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku , menjadi sirna tatkala kulihat diriku.”

Demikianlah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit dan penuh penderitaan dan banyak air mata. Tapi inilah satu-satunya caraNya untuk mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaanNya. Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan ini memang menyakitkan, tapi setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk kita!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.