Ads Top

Bergaul Karib dengan Tuhan

Ayub 29:4

Kata “bergaul karib” (Ibr: sode) dalam Ayub 29:4 ini memiliki arti “keintiman” atau “berbicara rahasia”, atau juga “konsultasi khusus”. Dalam bah.Inggris punya pengertian bahwa “rahasia Allah” (The secret of God) didalam kemahku. Hal ini berarti, bila Allah bergaul karib dengan kita itu menunjukkan bahwa Tuhan bergaul intim dan berbicara hal yang rahasia dengan kita dan kita juga sedang konsultasi khusus kepda Tuhan. Betapa indahnya pernyataan Ayub ini: ‘Ketika Allah bergaul karib dengan aku…’ Namun dapatkah Allah bergaul karib dengan kita? Siapakah orang yang begitu sombong mengatakan ia dapat bergaul karib dengan Allah yang mahakuasa? Kebenarankah, Allah yang demikian agung dapat memiliki hubungan karib layaknya seorang sahabat dengan kita? Orang-orang fasik, mereka tidak mengerti kebenaran, mencibirkan bibir mendengar pernyataan seperti ini. Tetapi ini bukan cerita fiksi! Allah yang mahakuasa senang bergaul akrab dengan kita. Dia tidak menutupi diriNya atau membatasi diri. Dia Allah yang familiar, yang friendly (bersahabat), yang pengertian, dan penuh kasih.

Tetapi tunggu dulu! Tidak semua manusia dapat bergaul karib dengan Allah. Kenyataannya kita bisa memiliki hubungan dengan Allah tapi belum tentu kita memiliki keakraban dengan Dia. Seperti seorang anak punya hubungan darah dan daging dengan bapak atau ibunya tapi belum tentu memiliki hubungan yang akrab dengan bapak atau ibunya. Jadi, dengan siapakah Allah mau bergaul karib?


Yang Pertama, “ Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Maz 25:14). Allah bergaul karib dengan orang yang takut akan Tuhan.

Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang menghormati Tuhan, memelihara hukum-hukumNya, menyimpan firmanNya dalam hati dan mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi. Pokoknya, Tuhan adalah segala-galanya dalam hidupnya. Orang seperti ini akan banyak mengerti rahasia Allah dan mengalami janji-janjiNya yang diberitahukan / digenapi oleh Tuhan sendiri. Ia bukan Tuhan yang pelit untuk menyingkapkan rahasia, wahyu, jalan-jalanNya, dan hikmatNya. Namun untuk orang yang takut akan Tuhan, hal itu menjadi hak istimewa dari Tuhan. Jadilah orang yang takut akan Tuhan.

Lalu dengan siapa lagi Allah mau bergaul karib?

Kedua, “…karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.” (Amsal 3:32). Allah bergaul karib dengan orang yang jujur atau benar.

Kata “jujur” disini punya pengertian juga “benar” atau “orang yang lurus hatinya”. Atau dengan kata lain, Allah tidak mau bergaul dengan orang yang ‘banyak akal bulus”, suka bohong, tidak mau terbuka, tidak benar dan hatinya bengkok. Orang benar dalam dihadapan Tuhan adalah orang yang oleh darah Yesus menerima pengampunan Tuhan, dibenarkan, disucikan dan diubahkan sehingga ucapannya benar seperti hatinya, tindakannya benar seperti perkataannya. Allah suka dengan orang jujur dan benar sehingga mau bergaul erat dengan orang seperti itu. Jadilah orang yang jujur dan benar.

Dan yang Ketiga, “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” (Amos 3:7). Allah bergaul karib dengan hamba-hambaNya.

Kata “keputusanNya” dalam bahasa Ibrani “sode” sama dengan ayat di atas (Ayub 29:4) yang artinya “keintiman” atau “berbicara rahasia”, atau juga “konsultasi khusus”. Tidak dapat disangkal lagi bahwa para nabi adalah orang yang mengerti isi hati Tuhan. Para nabi atau hamba-hamba Tuhan dipakai oleh Tuhan menjadi penyambung lidahNya. Itu semua karena adanya hubungan akrab dan karib antara Allah dengan mereka. 2 Petrus 1:21 “sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Karena itu terima setiap firman Tuhan yang diberitakan oleh setiap hamba Tuhan. Kemudian biarlah kita menjadi hamba Tuhan di rumah kita, di pekerjaan kita, di lingkungan kita, di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, dimanapun Tuhan tempatkan kita. Karena kita juga hamba Tuhan maka hargailah sesama hamba Tuhan, apalagi hamba-hamba Tuhan yang mendapatkan panggilan khusus dari Tuhan untuk rencanaNya yang besar. Ingat kebenaran besar ini bahwa Tuhan tidak akan berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya (dalam keakraban dengan Tuhan). Tuhan mau akrab dengan kita yang menjadi hamba-hamba Tuhan.

Akhirnya, biarlah kita rindu selalu memiliki hubungan pergaulan yang akrab dan karib dengan Tuhan. Tuhan mau bergaul karib dengan kita yang takut akan Tuhan, jujur dan benar, dan menjadi hamba-hamba Tuhan. Amin

2 komentar:

  1. saya ambil ya buat bahan khotbah di gereja...

    thanks artikelnya bagus-bagus...
    GBU

    BalasHapus
  2. Aku minta ijin untuk menggunakannya sebagai artikel di pokok doa kami. Terima kasih ya Pak. Tuhan berkati sekeluarga

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.