Ads Top

The Great Love (Kasih yang agung)

Saya pernah menonton acara Oprah Show di tv (Sabtu, 28 Apr 2007). Kisah yang di angkat mengenai seorang ibu yang bernama Ronda. Ia mempunyai 2 orang anak. 

Dalam acara itu diceritakan bahwa Ronda seorang yang menjaga dirinya tetap bersih. Bahkan cara menjaganya sangat extrim sekali sehingga mempengaruhi hubungannya dengan keluarganya. 

Anak2nya tidak mengalami kasih yang semestinya. Ia tidak mau memeluk ataupun menyentuh anak2nya dengan anggapan mereka kotor. 

Kalau tersentuh atau disentuh sedikit pun ia akan mengalami ketakutan dan kejijikan yang luar biasa, hingga ia akan secepatnya membersihkan diri. 

Hal yang menjadi suatu yang mengerikan baginya, ketika ia hrs ikut mengantar anaknya les berkuda. ketika mereka pulang, ia mendesak untuk singgah di salah satu restoran dan disana ia mandi membersihkan dirinya. Bahkan dikisahkan bahwa ia sangat hati-hati sekali kalau suaminya tidur seranjang. 

Ternyata Ronda pernah mengalami luka batin pada masa kecilnya. Di masa kecilnya ia tidak menikmati sentuhan kasih dari orang tuanya (ibunya) hanya karna ia dianggap kotor pulang bermain. Ibunya membatasi hubungan mereka hanya karna kotor. Tidak bisa bermain dengan bebas, jangan sembarang memegang, tidak boleh langsung peluk. Namun dalam acara itu, Ronda mulai pulih kembali dan sedang menjalani terapi.

Kasih yang besar dan sejati
Banyak dari kita yang merindukan kasih yang sejati. Namun kasih yang besar dan sejati hanya datangnya dari Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus adalah bapa kita. Dan kita adalah anak2Nya. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita maka kita menjadi anak2Nya. 

Lukas 15:20-24
"20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria."




Pada saat ini kita akan belajar bersama mengenai kasih yang besar dan sejati dari Tuhan

1. Tuhan punya kerinduan yang besar untuk memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan kita

Luk 15:20 "Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia."

Jelas sekali, jauh sebelum anak bungsu itu kelihatan, ayahnya telah menunggu lama. Ia punya kerinduan yang besar agar anaknya kembali kepadanya. Sudah lama ia menunggu saat2 itu. Demikian juga dengan Tuhan punya kerinduan yang besar untuk memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan kita.

Ilustrasi: Suatu kali ada anak yang mau memberikan oleh-oleh buat bapanya. Namun karena ia sibuk membuat hadiah itu, ia tidak mau bertemu dengan bapanya selama satu bulan. Tiba waktunya ketika ia memberikan hadiah itu, bapanya menerima dengan berlinangan air mata dan berkata: "Anakku, aku senang kau mau berbuat sesuatu untuk bapa. Namun bapa hanya punya satu kerinduan yang besar dengan kamu. Itulah bersama2 dengan mu. Satu bulan ini bapa justru menderita karena tdk bersama dengan mu." 


Demikian juga Tuhan punya kerinduan yang besar untuk memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan kita.

2. Tuhan Yesus telah memulai karya yang baik untuk kita

Luk 15:20 "Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia."

Inisiatif datangnya dari ayahnya. Ayahnya berlari…! Ini waktunya!!! Tindakan yang luar biasa. 


Biasanya dalam kasus yang sama, orang malu mau duluan, apalagi kalau ia telah bersalah. Namun ayahnya mendahului dengan berlari menunjukkan suatu penyambutan yang spontan dan serius. Semua itu bisa ia lakukan karena hatinya selalu digerakkan oleh kasih …ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan…. Belas kasihan itu timbul dari hati yang penuh kasih.

Bapa kita, Yesus Kristus telah memulai tindakan. Ia yang datang ke dunia untuk menebus kita dan menyelamatkan kita dari kuasa kematian yang kekal. Bahkan Ia menjadikan kita sebagai anak2Nya. Itu semua karena satu alasan: Ia sangat mengasihi kita. Yesus telah memulai karya yang baik untuk kita

3. Tuhan Yesus memberikan yang terbaik bagi hidup kita

Luk 15:21 "Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Ayahnya tidak tutup mata dengan keadaan yang telah dialami oleh anaknya. Setelah anaknya mengakui telah berdosa kepada ayahnya dan tidak layak lagi disebut sbg anaknya. Justru sebaliknya, Ia memberikan yang terbaik bagi anaknya itu. Jubah yang terbaik, cincin, sepatu, hanya untuk seorang anak dan bukan untuk seorang hamba. 


Hal ini berarti ayahnya telah mengampuninya dan memberikan yang terbaik baginya. (di zaman sekarang pemerintah memberikan grasi dan pemulihan nama baik dan status pribadi dan keluarga sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Namun keadaan biasanya sulit untuk dipulihkan).

Demikian juga dengan Tuhan Yesus, Ia mengampuni kita. Hal yang terbaik bagi kita saat kita dinyatakan sudah diampuni. Yesus memberikan yang terbaik bagi kebutuhan kita, pergumulan kita, doa2 kita. 


Namun hal yang terbaik dari semuanya itu adalah ia berikan diriNya sendiri untuk kita. Ia rela disiksa, disalib, bahkan sampai mati di kayu salib. Di atas kayu salib itu segala dosa, kesalahan, kelemahan, dan pelanggaran kita telah dipakukan pada saat Yesus disalib. Pada saat yang sama Yesus telah membuat kita sudah diampuni, dibenarkan, menjadi kuat dan dilayakkan dihadapan Tuhan. 

Tuhan Yesus telah memberikan yang terbaik bagi hidup kita

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.