Ads Top

Berbuat baik dan tak melakukan dosa, apa dasarnya?

Amsal 15:3, Kolose 3:22-25

Seorang majelis yang sedang berkunjung ke bar sangat takut ketika ia melihat dari jendela bar bahwa pendetanya melihat mobil yang diparkirnya persis di depan bar. Ia pun berkata, “Aku berharap Pak pendeta tidak melihat aku dan tak mengenali mobilku.” Sementara ia berkata seperti, temannya menjawab, “Yah, apa bedanya. Tuhan juga tahu kita ada di sini ...” Si majelis pun menyahut, “Ya, tetapi Tuhan tidak akan memberi tahu isteriku.”

Dapatkah Anda mengambil makna rohani dari cerita tersebut? Ya, orang yang lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Bukankah ini tipikal orang Kristen yang sering kita jumpai. Benar bahwa ia adalah orang yang setia dan tak pernah berselingkuh, hanya saja itu dilakukan bukan karena ia takut kepada Tuhan tapi takut kepada isterinya yang super galak. Kalau saja isterinya tidak super galak, bisa jadi ia akan mencoba-coba sedikit.

Jika kita melakukan kebenaran Firman Tuhan, hendaknya itu didasari karena kita hidup takut akan Tuhan, bukan karena alasan lain. Jika prinsip hidup kita adalah takut akan Tuhan, maka kita tidak akan mau melakukan dosa, meski saat itu tidak ada seorang pun juga yang melihat dan mengawasi kita. Kita tidak akan pernah melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi, karena kita tahu persis bahwa ada sepasang mata yang pasti akan melihat apa pun juga yang kita lakukan.

Ah, seandainya banyak orang memiliki prinsip seperti ini. Tak akan pernah ada korupsi. Tak akan pernah ada perselingkuhan. Tak akan pernah ada percabulan. Tak akan pernah ada kecurangan. Tak akan pernah penipuan. Tak akan pernah ada kejahatan. Tak akan pernah ada kemunafikan. Tak akan ada kepura-puraan. Tak akan ada kebusukan. Tidak ada tempat untuk menyembunyikan dosa dari mata Tuhan. Kamera surgawi yang terus menyorot hidup kita dua puluh empat jam! Bahkan yang tak hanya menyorot, tapi juga mampu menyelidiki sampai kedalaman hati kita. Di hadapan manusia, bisa saja kita terlihat sosok yang rohani. Bisa saja saya terlihat sebagai penulis yang saleh, tapi saya sadar bahwa saya begitu telanjang di hadapan Tuhan. Kata-kata seindah dan serohani apapun yang saya rangkai, tak akan pernah bisa menutupi keadaan saya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Sebab itu saya memilih takut kepada Tuhan. Anda juga demikian, bukan?

Marilah kita koreksi diri, dengan dasar apakah kita berbuat baik dan tak melakukan dosa?

1 komentar:

  1. itu sebabnya penting sekali itu integritas anak Tuhan.. TUL...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.