Ads Top

The Purpose and Power of Love - Filemon 1

Kasih bukan sekedar kata-kata tetapi tindakan – tindakan yang dimotivasi oleh kasih. Jika kita melihat tindakan Allah yang menyelamatkan manusia, itu dimotivasi oleh kasih, jika Bapa menyesah anak-anak-Nya itu juga dimotivasi oleh kasih. Oleh karena itu Allah ingin supaya orang2 percaya melakukan segala sesuatu dimotivasi oleh kasih. Sebab jika kita melakukan sesuatu sekalipun sifatnya rohani tetapi jika tidak dimotivsi oleh kasih maka itu tidak berguna bagi kita (1 Kor. 13:4-7). Itulah yang diperagakan oleh Paulus kepada Onesimus yang dikisahkan di dalam kitab Filemon. Di dalam kitab Filemon ini menjelaskan mengenai seorang yang bernama Onesimus yang merupakan budak/hamba dari Filemon yang melarikan diri dan mungkin juga sambil membawa milik tuannya. Dalam pelariannya, kemudian Onesimus bertemu dengan Rasul Paulus dan membimbing Onesimus untuk percaya kepada Kristus. Setelah beberapa waktu, Onesimus melayani Rasul Paulus di penjara. Tetapi karena Paulus tau bahwa Onesimus merupakan hamba dari Filemon yang merupakan teman sekerja Paulus, maka Paulus menyuruh Onesimus untuk kembali kepada Filemon dan kepada Filemon diminta supaya menerima Oensimus bukan lagi sebagai hamba/budak tetapi sbg saudara seiman di dalam Tuhan Yesus. Dan Paulus mau menanggung kerugian Filemon yg diakibatkan oleh Onesimus ketika dia melarikan diri. Dari kisah ini kita dapat belajar tujuan perbuatan kasih dan kekuatannya.


I. Tujuan perbuatan kasih.
1. Untuk menerapkan Firman yang mengatakan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, (Matius 21:39). Walaupun Onesimus seorang hamba/budak tetapi Rasul Paulus mengasihinya dengan cara memberitakan Injil kepada Onesimus. Itu berarti Rasul Paulus sedang melakukan Firman Tuhan yang mengatakan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
2. Demi kepentingan objek kasih kita, bukan demi kepentingan pribadi kita. Paulus mengasihi Onesimus bukan demi kepentingannya sendiri tetapi demi kepentingan Onesimus. Mungkin secara materi Paulus tidak mendapatkan apa2 dari Onesimus bahkan Paulus harus membayar kerugian Filemon yg diakibatkan Onesimus ketika ia melarikan diri dgn membawa milik tuannya. Tetapi Paulus tetap mengasihi Onesimus dgn memberitakan Injil dan membimbingnya di dlm Tuhan. Kadang2 orang percaya mau menyatakan kasih kepada seseorang yang menguntungkan bagi dia, ini tidak sesuai dengan tujuan dari praktek kasih.
3. Sebagai bukti bahwa kita adalah murid Tuhan, Yoh. 13:34-35

II. Kekuatan kasih.
Firman Tuhan mengatakan cinta itu kuat bagaikan maut, tidak ada yang dapat melawannya. Cinta atau kasih bisa merubah segala sesuatu. Kalau demikian apa saja kekuatan kasih.
1. Kasih membuat kita rela berkorban demi kebaikan orang lain, ay. 18,19.
Paulus rela berkorban demi kebaikan Onesimus. Padahal Onesimus hanyalah seorang budak yang sedang melarikan diri dari tuannya Filemon. Paulus rela berkorban: waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi asal saja Onesimus menjadi seorang anak Tuhan dan bertumbuh di dalam Tuhan. Demikian juga dengan kehidupan kita sekarang ini: Kasihlah yang membuat kita rela berkorban dari segi perasaan, pikiran, tenaga, materi untuk suami, istri atau anak-anak kita. Kasihlah yang membuat kita rela berkorban untuk Tuhan dan pekerjaan-Nya. Kasihlah yang membuat kita rela mengorbankan tenaga, waktu, materi demi menyelamatkan jiwa yang terhilang. Sehingga yang tadinya hidup mereka tidak berarti menjadi berarti.

2. Kasih dapat menghacurkan tembok pemisah:
Onesimus merupakan budak dari Filemon. Budak pada jaman itu merupakan salah satu dari bentuk harta atau kekayaan selain emas, ternak dll. etapi kasihlah mengakibatkan Onesimus diterima bukan lagi sebagai hamba atau budak tetapi sebagai saudara seiman, ay. 15-16. Onesimus diterima sebagai saudara seiman oleh Filemon dan juga Rasul Paulus. Onesimus telah melarikan diri dari majikannya sambil membawa milik majikannya. Hal itu tentu saja membuat Filemon rugi dan membuatnya marah. Dan amarah tsb dapat mengakibatkan Filemon bertindak sesuai hukum yang berlaku kepada budak. Tetapi kasihlah yang menghancurkan tembok pemisah berupa amarah di dalam diri Filemon sehingga ia tidak bertindak sesuai hukum yang berlaku kepada budak yang melarikan diri dari majikannya bahkan lebih jauh ia menerima Onesimus.

3. Kasih membuat kita sabar terhadap orang lain.
1 Kor. 13:4 say “kasih itu sabar.” Karena kasihlah maka Paulus bisa sabar untuk membimbing Onesimus di dalam Tuhan. Karena kesabaran Pauluslah maka Onesimus bisa bertumbuh di dalam Tuhan shg pada akhirnya ia melayani Paulus bahkan mau kembali kpd Filemon padahal ia sudah lari dari majikannya tersebut. Ketika kita mendapati orang-orang di sekitar kita begitu menjengkelkan atas sikap mereka, kasihlah yang membuat kita sabar terhadap mereka sampai pada akhirnya mereka bisa berubah.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.